KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah kantor bank di Indonesia kian menyusut pada awal tahun 2024. Hal ini terlihat dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2024 yang mencatat penyusutan jumlah kantor bank sekitar 794 atau 3% secara tahunan (yoy) menjadi 24.268 kantor. Secara detail, Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menutup sebanyak 483 kantor pada Februari 2024, dan Bank swasta menutup sebanyak 411 kantor. Ambil contoh PT Bank Mandiri Tbk, jika melihat laporan perseroan total kantor cabang dalam negeri sebanyak 2.242 per Maret 2024, telah berkurang sebanyak 106 kantor dari sebelumnya 2.348 kantor pada Maret 2023.
Baca Juga: Begini Kata Bankir Soal Penyusutan Kantor Cabang Sepanjang 2023 Corporate Secretary Bank Mandiri Ali Usman mengatakan, penataan jaringan kantor cabang merupakan bagian dari strategi optimalisasi serta transformasi digital untuk meningkatkan efisensi dan efektivitas layanan Bank Mandiri kepada nasabahnya. "Ini juga merupakan respons Bank Mandiri menyikapi perilaku konsumen yang semakin beralih ke layanan digital," kata Ali kepada Kontan. Lebih lanjut tahun ini Bank Mandiri juga berencana untuk menutup beberapa kantor cabangnya, namun hal ini masih terus dilakukan review. Selanjutnya BRI yang dikenal memiliki kantor cabang/pembantu paling banyak tersebar di seluruh Indonesia juga telah menutup sebanyak 270 kantor selama satu tahun belakangan, dari sebelumnya sebanyak 7.878 kantor pada Maret 2023, menjadi 7.608 kantor pada Maret 2024.