KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penggunaan kartu kredit di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan meski jumlah kartu yang beredar mengalami penurunan. Kondisi tersebut tercermin dari kenaikan volume dan nilai transaksi kartu kredit sepanjang Juni 2026. Mengacu data Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan (SPIP) Bank Indonesia (BI), jumlah kartu kredit mencapai 18,09 juta kartu pada Juni 2026. Angka tersebut turun dibandingkan 18,80 juta kartu pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah penurunan jumlah kartu, aktivitas transaksi justru meningkat. Volume transaksi kartu kredit tumbuh 15,72% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi 49,35 juta transaksi.
Sementara itu, nilai transaksi kartu kredit tercatat tumbuh 13,29% yoy menjadi Rp 43,74 triliun pada Juni 2026, dari Rp 38,61 triliun pada Juni 2025. Pertumbuhan transaksi tersebut juga terlihat pada kinerja sejumlah bank besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, misalnya, mencatat nilai transaksi kartu kredit tumbuh lebih dari 20% secara tahunan (yoy) hingga Agustus 2026.
Baca Juga: AAJI Digitalisasi Sertifikasi untuk 226.088 Tenaga Pemasar Asuransi Jiwa Vice President Credit Cards Group Bank Mandiri Agus Hendra Purnama mengatakan, pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi, baik di dalam maupun luar negeri. “Di tengah dinamika perekonomian global yang masih berlangsung, transaksi Kartu Kredit Bank Mandiri tetap menunjukkan kinerja yang positif,” ujar Agus kepada Kontan, Senin (14/9/2026). Adapun per Juni 2026, jumlah kartu kredit Mandiri mencapai 2,21 juta kartu. Sementara itu, volume transaksi tercatat sebanyak 58,9 juta transaksi, dengan nilai transaksi mencapai Rp 42,6 triliun secara year to date. Bank Mandiri juga terus memperkuat bisnis kartu kredit dengan menyasar segmen affluent. Strategi tersebut dilakukan melalui akuisisi nasabah berkualitas, cross-selling kepada nasabah prioritas dan wealth management, serta pemberian berbagai manfaat premium. Dari sisi kualitas aset, Agus memastikan NPL kartu kredit Bank Mandiri tetap terjaga dan berada di bawah rata-rata industri. Bank juga tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengembangkan bisnis kartu kredit. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) juga mencatat pertumbuhan bisnis kartu kredit. Outstanding kartu kredit BNI mencapai Rp 16,9 triliun per Juni 2026, naik 9,4% yoy. Jumlah kartu kredit yang beredar mencapai sekitar 2,3 juta kartu. Namun, NPL kartu kredit BNI tercatat 4,3% pada Juni 2026, meningkat dari 2,5% pada Juni 2025. Untuk mendorong penggunaan kartu kredit, BNI pada Agustus 2026 meluncurkan Kartu Kredit BNI daily+. Produk ini menyasar kebutuhan transaksi sehari-hari dengan menawarkan cashback, rewards, dan berbagai promo.
Baca Juga: Bank Central Asia (BCA) Raup Laba Rp 40 Triliun Agustus 2026 Direktur Consumer Banking BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan, produk tersebut dihadirkan untuk memberikan manfaat lebih bagi nasabah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Melalui Kartu Kredit BNI daily+, kami ingin memberikan manfaat nyata dari berbagai kebutuhan yang menjadi bagian dari keseharian nasabah lewat cashback, rewards, maupun berbagai promo yang membuat pengeluaran sehari-hari menjadi lebih bernilai,” ujar Corina dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (15/9/2026). Di sisi lain, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperluas bisnis kartu kredit melalui penggabungan dua kartu co-branding yang sebelumnya terpisah, yakni BCA Blibli Mastercard dan BCA tiket.com Mastercard. Keduanya kini disatukan dengan peluncuran Kartu Kredit BCA Blibli Tiket Mastercard.
Direktur BCA Santoso mengatakan, total pengguna kartu kredit untuk tiket.com dan Blibli telah mencapai sekitar 360.000 pengguna, dengan nilai transaksi hampir Rp 3 triliun. “Transaksinya juga cukup besar, sudah hampir mendekati Rp 3 triliun. Itu nilai yang besar sekali secara year on year,” ujar Santoso di Tangerang, Sabtu (12/9/2026). Menurut Santoso, penggabungan tersebut dilakukan seiring semakin luasnya ekosistem Blibli Tiket yang kini tidak hanya mencakup belanja online dan perjalanan, tetapi juga berbagai kebutuhan sehari-hari. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News