KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi mengungkapkan, jumlah penduduk Indonesia per 31 Desember 2025 mencapai 288.315.899 jiwa. Angka tersebut menunjukkan adanya penambahan sekitar 1,6 juta jiwa dalam satu semester dibandingkan data per 30 Juni 2025. “Dari total jumlah penduduk tersebut, sekitar 211 juta penduduk telah memiliki KTP elektronik (e-KTP). Dari jumlah itu, 97,47 persen atau sekitar 206,4 juta penduduk telah melakukan perekaman e-KTP,” kata Teguh, dalam Rilis Data Kependudukan Semester II 2025, Kamis (12/3/2026).
Berdasarkan jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki tercatat 145.498.092 jiwa, sedangkan perempuan 142.816.997 jiwa.
Baca Juga: BGN Hentikan Sementara 717 SPPG yang Tak Daftar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Dengan demikian, jumlah penduduk laki-laki masih lebih banyak dibanding perempuan. Dari sisi persebaran wilayah, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, yakni 55,80 persen dari total penduduk Indonesia. Kondisi ini turut menjelaskan mengapa aktivitas ekonomi nasional masih banyak terpusat di wilayah tersebut. Sementara itu, distribusi penduduk di wilayah lain terdiri dari Sumatera 21,8 persen, Sulawesi 7,35 persen, Kalimantan 6,1 persen, Bali dan Nusa Tenggara 5,55 persen, Papua 2,01 persen, serta Maluku 1,1 persen. Berdasarkan provinsi, beberapa daerah memiliki jumlah penduduk cukup besar, di antaranya Sumatera Utara sekitar 15,7 juta jiwa dan Aceh sekitar 5,7 juta jiwa. Sementara sejumlah provinsi lainnya masih memiliki jumlah penduduk di bawah 5 juta jiwa. Dari sisi komposisi agama, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam sebesar 87,5 persen, diikuti Kristen 7,3 persen, Katolik 3 persen, Hindu 1,66 persen, Buddha 0,69 persen, Khonghucu 0,03 persen, serta penghayat kepercayaan 0,04 persen. Sementara itu, dari sisi struktur usia, 69,03 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif (15–64 tahun). Kelompok usia terbesar berada pada rentang 40–44 tahun. “Kondisi tersebut menunjukkan Indonesia masih berada dalam fase bonus demografi, yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar 2030-an,” ujar Teguh.
Menurut dia, kondisi ini menjadi peluang besar apabila potensi penduduk usia produktif dapat dioptimalkan melalui peningkatan pendidikan, kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga: Tak Mampu Tahan Lonjakan Harga Minyak, Pemerintah Dikhawatirkan Kerek Harga BBM Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/12/18314161/jumlah-penduduk-indonesia-tembus-2883-juta-jiwa-pada-akhir-2025. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News