JAKARTA. Tahun ini diperkirakan, jumlah nasabah yang mengadukan permasalahan klaim asuransi lebih marak dibandingkan tahun 2011. Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI) yang menangani masalah ini mencatat, sudah ada 37 laporan sengketa klaim sepanjang Januari hingga awal Juni ini. Angka tersebut mendekati jumlah pengaduan pada tahun 2011 sebanyak 47 aduan. BMAI memperkirakan, hingga akhir tahun jumlah pengaduan makin banyak. Sepanjang tahun ini, sebanyak 21 laporan terkait sengketa klaim asuransi umum, yang didominasi produk asuransi kendaraan bermotor dan properti. Ketut Sendra, Sekretaris dan Mediator BMAI mengatakan, pengaduan paling banyak karena beda pemahaman antara perusahaan dan pemegang polis. Contohnya, masyarakat mengadukan klaim tidak turun lantaran kendaraan hilang akibat penggelapan. Pihak asuransi menganggap penggelapan tidak termasuk dalam jaminan klaim.
Jumlah pengaduan gugatan klaim naik
JAKARTA. Tahun ini diperkirakan, jumlah nasabah yang mengadukan permasalahan klaim asuransi lebih marak dibandingkan tahun 2011. Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI) yang menangani masalah ini mencatat, sudah ada 37 laporan sengketa klaim sepanjang Januari hingga awal Juni ini. Angka tersebut mendekati jumlah pengaduan pada tahun 2011 sebanyak 47 aduan. BMAI memperkirakan, hingga akhir tahun jumlah pengaduan makin banyak. Sepanjang tahun ini, sebanyak 21 laporan terkait sengketa klaim asuransi umum, yang didominasi produk asuransi kendaraan bermotor dan properti. Ketut Sendra, Sekretaris dan Mediator BMAI mengatakan, pengaduan paling banyak karena beda pemahaman antara perusahaan dan pemegang polis. Contohnya, masyarakat mengadukan klaim tidak turun lantaran kendaraan hilang akibat penggelapan. Pihak asuransi menganggap penggelapan tidak termasuk dalam jaminan klaim.