KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatatkan peningkatan jumlah peserta aktif. Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan mengatakan jumlah peserta aktif mencapai 47,2 juta pekerja per Februari 2026. "Jumlahnya meningkat 14%, jika dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya," ucapnya kepada Kontan, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: Ikuti Aturan, BCA Terapkan Threshold Transaksi Valas Baru per 1 April 2026 Untuk mendorong peningkatan jumlah peserta, Erfan menyampaikan pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah terus memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal. "Salah satunya melalui kolaborasi dengan komunitas masyarakat, seperti masjid dan pengurus lingkungan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), guna menjangkau para pekerja hingga ke lingkungan terdekat tempat mereka tinggal dan beraktivitas sehari-hari," katanya. Erfan menerangkan komunitas seperti lingkungan RT/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.
Baca Juga: Pembiayaan Emas Bank Mega Syariah Merekah di Kuartal I 2026 Sementara itu, Erfan mengatakan BPJS Ketenagakerjaan akan menerapkan upaya untuk menjaga pembayaran manfaat kepada peserta bisa tetap berkelanjutan. Dia menerangkan dalam mengelola dana amanah milik para pekerja, BPJS Ketenagakerjaan senantiasa mempertimbangkan aspek solvabilitas, keamanan dana, kehati-hatian dan hasil investasi yang memadai. "Dengan demikian, mampu memenuhi pembayaran kewajiban kepada setiap peserta pada saat jatuh tempo," ujarnya. Untuk tujuan itu, Erfan menyampaikan strategi investasi yang utama dijalankan BPJS Ketenagakerjaan adalah
liability driven investing dan
dynamic asset allocation. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News