Jumlah undisbursed loan perbankan makin gemuk, kenapa?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fasilitas kredit perbankan yang belum ditarik debitur (undisbursed loan) sampai kuartal III masih tinggi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total kredit yang belum ditarik tersebut hingga akhir September 2019 mencapai Rp 1.609,6 triliun atau 28,8% dari penyaluran kredit di periode itu yakni sebesar Rp 5.580,7 triliun.

Posisi undisbursed loan perbankan per September 2019 tersebut mengalami peningkatan sebesar 5,07% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY). Fasilitas yang belum dicairkan itu terdiri dari uncommited loan sebesar Rp 1.235,4 triliun atau naik 6,23% YoY dari 1.162,9 Triliun dan commited loan sebesar Rp 374,22 miliar atau naik 1,4% YoY.

Baca Juga: Bank BCA pasang target kredit konservatif tahun 2020, ini pertimbangannya


PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) salah satu yang mencatat adanya kenaikan fasilitas kredit dari sejumlah nasabah yang belum ditarik. Vera Lim, Direktur Keuangan BCA mengungkapkan, ada kenaikan undisbursed loan BCA per Oktober 2019 sebesar 4% menjadi Rp 256 triliun.

"Namun, kenaikan tersebut lebih disebabkan fasilitas kredit yang baru," katanya pada KONTAN, Selasa (26/11).

Penyumbang undisburse loan dari fasilitas kredit baru bisa terlihat dari rasionya terhadap kredit yang sebetulnya mengalami penurunan. Per Oktober, rasio fasilitas kredit yang belum ditarik tercatat besar 31%. Sedangkan di periode yang sama tahun lalu rasionya mencapai 32%.

Sampai akhir tahun, BCA memperkirakan rasio undisbursed loan masih akan stabil pada akhir tahun 2019. Adapun penyaluran kredit ditargetkan tumbuh sekitar 8%-9%.

Baca Juga: Bansos jadi andalan pertumbuhan, CORE: Proses penyaluran harus dievaluasi

Editor: Tendi Mahadi