Jurus Kemdag bendung banjirnya buah sayur impor



JAKARTA. Untuk menekan kenaikan harga bahan pangan saat puasa dan lebaran, Kementerian Perdagangan (Kemdag) mulai bergerak cepat dengan menggandeng para petani lokal untuk langsung menjajakan sayur dan buah lokal ke pasar.

Upaya tersebut bertujuan memangkas jalur distribusi yang selama ini menjadi salah satu biang keladi kenaikan harga pangan kendati memasuki musim panen.

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menuturkan strategi ini juga menjadi salah satu cara menekan membanjirnya produk buah dan sayur impor ke pasar lokal. Sementara stok sayur dan buah segar lokal masih cukup melimpah sehingga tidak perlu lagi mengandalkan impor buah.


Rachmat mengklaim buah dan sayur lokal tersebut masih segar, bermutu dan higienis. Kegiatan memasukkan langsung buah dan sayur lokal ke mal merupakan salah satu prioritas Kemdag pada tahun 2015.

"Gelar Buah dan Sayur lokal dari mal ke mal Tahun 2015 bertujuan memberikan akses pasar dan promosi, serta meningkatkan daya saing dan jejaring pemasaran," ujar Rachmat akhir pekan lalu.

Rachmat mengatakan strategi ini memperkuat transaksi domestik dan memberikan pendidikan bagi masyarakat agar menggunakan produk dan buah lokal. Kemdag juga memperkuat pasar dalam negeri dengan memberikan fasilitas kepada petani langsung dengan memangkas jalur distribusi sehingga komoditas petani bisa langsung di jual kepada konsumen di mal, pasar, dan pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.

Saat ini, lanjut Mendag, ada berbagai aneka buah dan sayuran segar dan bermutu baik berasal dari Lembang, Cianjur, dan Sukabumi. Sejumlah sayuran segar seperti labu siam, cabai rawit merah, cabai keriting, terong ungu, daun bawang, pucuk labuh, buncis, mentimun acar, brokoli, paprika, jagung kupas dan jagung kulit, ubi cilembu, ubi murasaki, pepaya california, jamu kristal, jambu merah, ubi cilembu, ubi murasaki, ubi jepang, edamame, semangka, jambu cicalo merah dan hijau, nanas madu pemalang dan kesemek serta melon.

Kemdag berjanji akan terus memfasilitasi dan membina usaha mikro dan kecil agar terus tumbuh dan berkembang sehingga dapat berkontribusi dalam penyediaan lapangan kerja, membuka wirausaha baru dan terutama menjadi basis ketahanan pangan nasional atau ekonomi rakyat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto