KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Polytama Propindo (Polytama), produsen polipropilena terkemuka di Indonesia, secara resmi membuka rangkaian Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026. Kegiatan pembukaan yang digelar pada Kamis (22/1/2026) ini diikuti oleh jajaran manajemen, seluruh insan Polytama, serta mitra kerja perusahaan. Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 yang berlangsung pada 12 Januari hingga 12 Februari 2026 menjadi momentum strategis bagi Polytama untuk menegaskan kembali bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan fondasi utama dalam menjaga kinerja perusahaan, keandalan operasional, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Baca Juga: Dampak Pencabutan Izin PLTA Batang Toru: Bauran dan Investasi EBT Tertekan Direktur Operasi Polytama Syawaludin Azwar menegaskan bahwa penerapan K3 bagi Polytama tidak sekadar dimaknai sebagai pemenuhan kepatuhan terhadap regulasi. Lebih dari itu, K3 merupakan bagian integral dari komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis secara berkelanjutan. “Lingkungan kerja yang aman dan sehat menjadi prasyarat utama agar proses produksi dapat berjalan optimal dan konsisten, sekaligus memastikan perlindungan bagi seluruh insan Polytama serta mitra kerja,” ujar Syawaludin dalam keterangan resminya. Sebagai bentuk konkret penguatan sistem K3, Polytama meresmikan penggunaan Form OK Card versi terbaru serta Buku Life Saving Rules (LSR) sebagai pedoman resmi penerapan K3 di lingkungan kerja.
Baca Juga: Waskita Toll Road Terapkan Diskon Tarif Tol Becakayu hingga 20% Sampai Maret 2026 Form OK Card terbaru ini tidak hanya difungsikan untuk pelaporan kondisi dan tindakan tidak aman, tetapi juga mengakomodasi observasi positif terhadap perilaku dan kondisi kerja yang aman. Seluruh temuan yang tercatat dalam Form OK Card diklasifikasikan ke dalam kategori Life Saving Rules dan kategori risiko lainnya. Data tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai dasar analisis risiko, penentuan prioritas tindak lanjut, serta sarana pembelajaran berkelanjutan di seluruh lini operasional Polytama. Sementara itu, Buku Life Saving Rules yang diresmikan memuat panduan do’s and don’ts dalam pelaksanaan pekerjaan, khususnya pada aktivitas dengan tingkat risiko tinggi.
Pedoman ini diharapkan menjadi acuan bersama bagi seluruh insan Polytama dan mitra kerja agar setiap pekerjaan dilaksanakan secara disiplin, aman, dan bertanggung jawab sesuai standar keselamatan perusahaan.
Baca Juga: WSBP Suplai Beton Precast untuk Proyek New Priok Eastern Access Syawaludin menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar dalam setiap aktivitas perusahaan. “Tidak ada target pekerjaan yang lebih penting daripada keselamatan. Setiap pekerjaan harus dilakukan dengan cara yang aman, sesuai prosedur, serta dengan kepedulian terhadap rekan kerja dan lingkungan,” tegasnya.