Kabar Baik! Pemerintah Buka Peluang Seleksi CPNS 2026, Ada 160.000 Formasi Kosong



KONTAN.CO.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini mengungkapkan bahwa sebanyak 160.000 aparatur sipil negara (ASN) sudah purnatugas alias pensiun pada tahun 2025, apakah akan membuka seleksi CPNS 2026?

Rini membuka sinyal peluang dibukanya seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 untuk mengisi kekosongan tersebut meski belum ada pengumuman resmi.

"Kami kan sudah menyediakan sekitar 160.000 pensiun yang memang harus diisi. Mudah-mudahan, mudah-mudahan (di 2026 ada tes CPNS)," kata Rini saat ditemui di Kantor KemenpanRB, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).


Rini mengaku belum mengetahui kapan proses seleksi CPNS 2026 dibuka. Sebab, seleksi CPNS membutuhkan waktu yang panjang karena ada sejumlah tahapan perhitungan anggarannya.

"Prosesnya sangat panjang ya, kesiapan anggarannya, misalnya 160.000 tapi anggarannya belum bisa seluruhnya kita isi, misalnya gitu," tutur dia.

Baca Juga: Anjlok 14%, Penerimaan Cukai & Bea Negara Terseret Lesunya Ekonomi

Taruh perhatian ke lulusan baru

Terlepas dari itu, Rini mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan perhatian kepada lulusan baru yang ingin bergabung menjadi ASN.

"Kami sangat concern terhadap para fresh graduate untuk bisa ikut serta membantu birokrasi ini," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa saat ini Kementerian PANRB masih meminta setiap kementerian dan lembaga memetakan kebutuhan, termasuk kompetensi yang dibutuhkan di setiap instansi.

"Yang paling penting itu kompetensinya. Harus disesuaikan dengan strategi kementerian dan program prioritas presiden," kata dia.

Tonton: RKAB 2026 Dipangkas, Muncul Potensi Kesulitan Pemenuhan DMO Batubara

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "160.000 ASN Telah Pensiun, Pemerintah Buka Peluang Seleksi CPNS 2026"

Selanjutnya: Jadwal Imsak Yogyakarta 25 Februari 2026: Sahur Tak Terlewat!

Menarik Dibaca: Puasa Rentan Emosi, Daftar Makanan Ini Bisa Menyelamatkan Mood Anda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News