KONTAN.CO.ID - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, telah meninggalkan rumah sakit setelah menjalani serangkaian tes medis di ibu kota Riyadh. Pihak Kerajaan memastikan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan tersebut dalam kondisi yang meyakinkan. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Royal Court Arab Saudi pada Jumat (16/1/2026), disebutkan bahwa Raja Salman telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah menjalani pemeriksaan medis di King Faisal Specialist Hospital, Riyadh.
"Raja meninggalkan King Faisal Specialist Hospital di Riyadh hari ini (Jumat) setelah menjalani tes medis yang hasilnya terbukti meyakinkan,” tulis Royal Court dalam pernyataan resminya, dikutip
Gulf News.
Baca Juga: Ekonomi AS Terancam: Peringatan Keras CEO Citigroup Soal Pembatasan Suku Bunga Riwayat Perawatan Medis Raja Salman
Raja Salman tercatat telah menjalani beragam perawatan dan pemeriksaan medis dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024 misalnya, Royal Court menyampaikan bahwa Raja Salman sempat mengalami infeksi paru-paru, namun berhasil pulih dari kondisi tersebut. Dua tahun sebelumnya, pada Mei 2022, Raja Salman dirawat di rumah sakit untuk menjalani kolonoskopi dan kemudian menjalani serangkaian tes lanjutan. Saat itu, ia berada di rumah sakit selama lebih dari satu pekan untuk pemeriksaan tambahan sekaligus masa pemulihan. Pada tahun yang sama di bulan Maret, Raja Salman juga sempat dirawat untuk menjalani tes medis, termasuk penggantian baterai alat pacu jantung (
pacemaker) yang digunakan oleh sang raja. Raja Salman juga menjalani operasi pengangkatan kantong empedu pada tahun 2020 lalu.
Baca Juga: Profil Jefri Bolkiah: Pangeran Glamor Brunei dengan Kontroversi 40 Selir Kesehatan Raja Salman Jadi Sorotan Dunia
Kondisi kesehatan Raja Salman kerap menjadi sorotan dunia. Bagaimana tidak, ia adalah pemimpin salah satu negara paling berpengaruh di Timur Tengah dan dunia Islam. Meski usianya telah menginjak 90 tahun dan sering menjalani perawatan medis, pihak kerajaan secara konsisten menegaskan bahwa Raja Salman tetap berada dalam kondisi stabil dan mampu menjalankan tugas-tugas kenegaraan. Dalam menjalankan tugas kenegaraan, ia kerap mendapatkan dukungan dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).
Baca Juga: Pangeran Dubai Luncurkan Erth Award: Abadikan Kisah Warga Kota Raja Salman dan Peran Internasional
Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud naik takhta pada 2015 menggantikan mendiang Raja Abdullah. Ia dikenal sebagai figur sentral dalam menjaga stabilitas politik Arab Saudi. Dalam waktu singkat, ia juga memberikan ruang bagi transformasi besar yang kemudian dilanjutkan oleh Putra Mahkota MBS melalui program Vision 2030. Raja Salman berperan penting dalam menjaga pengaruh Arab Saudi di OPEC dan pasar energi global. Ia juga dianggap berhasil memperkuat hubungan strategis dengan Amerika Serikat, China, dan negara-negara Teluk lain. Dari sisi kekayaan, Raja Salman merupakan bagian dari keluarga kerajaan Al Saud, yang secara kolektif disebut sebagai salah satu keluarga terkaya di dunia. Meski kekayaan pribadinya tidak diumumkan secara resmi, berbagai laporan internasional memperkirakan aset Raja Salman dan keluarga kerajaan bernilai ratusan miliar dolar AS.
Baca Juga: Profil Maha Raja Maha Vajiralongkorn: Raja Terkaya di Dunia dari Thailand Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News