KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alih fungsi lahan menjadi salah satu tantangan dalam menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sepanjang 2025, sekitar 350 hektare (ha) lahan sawah di wilayah tersebut telah beralih menjadi penggunaan nonpertanian. Untuk mengimbangi penyusutan lahan, pemerintah daerah mendorong peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi pertanian. Salah satunya, penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) bersama Kementerian Pertanian. Penerapan teknologi tersebut diperluas melalui Sekolah Lapang PM-AAS di Kelompok Tani Subur Rejeki, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat. Program ini memberikan pembelajaran teori dan praktik kepada petani. Mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga evaluasi hasil penerapan teknologi.
Kabupate Sukabumi Memperluas Penerapan Teknologi Pertanian Modern
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alih fungsi lahan menjadi salah satu tantangan dalam menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sepanjang 2025, sekitar 350 hektare (ha) lahan sawah di wilayah tersebut telah beralih menjadi penggunaan nonpertanian. Untuk mengimbangi penyusutan lahan, pemerintah daerah mendorong peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi pertanian. Salah satunya, penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) bersama Kementerian Pertanian. Penerapan teknologi tersebut diperluas melalui Sekolah Lapang PM-AAS di Kelompok Tani Subur Rejeki, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat. Program ini memberikan pembelajaran teori dan praktik kepada petani. Mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga evaluasi hasil penerapan teknologi.