KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) memulai penyelidikan antidumping terhadap produk impor Superabsorbent Polymers (SAP) asal Tiongkok. Produk ini merupakan bahan baku penyerap cairan yang banyak digunakan dalam berbagai produk industri, termasuk popok, pembalut, dan produk higienis lainnya. Ketua KADI Frida Adiati mengatakan, penyelidikan dilakukan setelah KADI menemukan adanya peningkatan impor SAP dari Tiongkok yang dinilai berdampak pada kerugian industri dalam negeri. “Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal yang dilakukan, KADI menemukan adanya peningkatan produk impor SAP dari Tiongkok. Hal ini mengakibatkan kerugian industri dalam negeri,” ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2026).
KADI Mulai Selidiki Antidumping Produk Penyerap Cairan SAP dari Tiongkok
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) memulai penyelidikan antidumping terhadap produk impor Superabsorbent Polymers (SAP) asal Tiongkok. Produk ini merupakan bahan baku penyerap cairan yang banyak digunakan dalam berbagai produk industri, termasuk popok, pembalut, dan produk higienis lainnya. Ketua KADI Frida Adiati mengatakan, penyelidikan dilakukan setelah KADI menemukan adanya peningkatan impor SAP dari Tiongkok yang dinilai berdampak pada kerugian industri dalam negeri. “Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal yang dilakukan, KADI menemukan adanya peningkatan produk impor SAP dari Tiongkok. Hal ini mengakibatkan kerugian industri dalam negeri,” ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2026).