KONTAN.CO.ID - Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) telah memulai penyelidikan pada 4 Agustus 2023 untuk meninjau kembali pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap produk hot rolled plate (HRP) yang berasal dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Singapura, dan Ukraina. Produk HRP dengan nomor pos tarif 7208.51.00 dan 7208.52.00 ini ditinjau berdasarkan PMK No. 111/PMK.010/2019 yang mulai berlaku pada 15 Agustus 2019 dan akan berakhir pada 15 Agustus 2024. “Penyelidikan ini merupakan tindaklanjut dari permohonan yang diajukan PT Krakatau Posco untuk melakukan peninjauan kembali pengenaan BMAD terhadap impor produk HRP. Setelah meneliti dan menganalisis permohonan tersebut, KADI menemukan adanya indikasi potensi berulangnya atau berlanjutnya (continuation or reccurence) dumping dan/atau kerugian yang dialami industri dalam negeri atas barang impor HRP yang berasal dari RRT, Singapura, dan Ukraina apabila pengenaan BMAD dihentikan atau tidak diperpanjang," ujar Ketua KADI Donna Gultom.
KADI Tinjau Pengenaan BMAD terhadap Produk HotRolledPlate Asal RRT, Singapura,Ukraina
KONTAN.CO.ID - Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) telah memulai penyelidikan pada 4 Agustus 2023 untuk meninjau kembali pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap produk hot rolled plate (HRP) yang berasal dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Singapura, dan Ukraina. Produk HRP dengan nomor pos tarif 7208.51.00 dan 7208.52.00 ini ditinjau berdasarkan PMK No. 111/PMK.010/2019 yang mulai berlaku pada 15 Agustus 2019 dan akan berakhir pada 15 Agustus 2024. “Penyelidikan ini merupakan tindaklanjut dari permohonan yang diajukan PT Krakatau Posco untuk melakukan peninjauan kembali pengenaan BMAD terhadap impor produk HRP. Setelah meneliti dan menganalisis permohonan tersebut, KADI menemukan adanya indikasi potensi berulangnya atau berlanjutnya (continuation or reccurence) dumping dan/atau kerugian yang dialami industri dalam negeri atas barang impor HRP yang berasal dari RRT, Singapura, dan Ukraina apabila pengenaan BMAD dihentikan atau tidak diperpanjang," ujar Ketua KADI Donna Gultom.