Kadin DKI Jakarta Ingatkan Risiko Kontraksi Manufaktur di Semester II-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja sektor manufaktur Indonesia terus menunjukkan tren positif di awal tahun 2026. 

Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia tercatat berada di level 52,6 pada Januari 2026, meningkat dari posisi 51,2 pada Desember 2025. 

Capaian ini menandakan ekspansi aktivitas manufaktur yang semakin solid. Selain PMI, indikator domestik lainnya juga menguat.


Baca Juga: PMI Ekspansi Tapi Investasi Mandek, INDEF Ragukan Pemulihan Sektor Manufaktur

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2026 mencapai 54,12 poin, melonjak 2,22 poin dan menjadi level tertinggi sejak indeks tersebut pertama kali diluncurkan pada November 2022.

Menanggapi perkembangan tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi, menyambut baik penguatan indikator industri sebagai cerminan membaiknya kondisi perekonomian nasional dan meningkatnya daya beli masyarakat. 

Namun demikian, ia mengingatkan agar penguatan sektor domestik diimbangi dengan kinerja ekspor yang lebih baik.

"Lebih baik bila kenaikan di lingkup domestik diimbangi dengan peningkatan ekspor yang dalam empat belas bulan terakhir justru terkontraksi," ujar Diana kepada Kontan Senin (2/2). 

Diana berharap tren positif ini dapat berlanjut, terutama menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang secara historis mendorong peningkatan permintaan. 

Menurutnya, kenaikan PMI dan IKI juga mencerminkan optimisme pelaku industri terhadap prospek usaha di awal 2026, yang menjadi sinyal positif bagi perekonomian.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga momentum tersebut. Diana mendorong adanya kemudahan dan keringanan bagi pelaku usaha, baik dari sisi akses permodalan maupun skema pembayaran pinjaman perbankan, guna menopang produksi dan menjaga stabilitas harga.

Baca Juga: Kompak Turun di Februari 2026, Ini Perbandingan Harga BBM Pertamax, Shell Super & BP

"Bila harga stabil, maka daya beli masyarakat akan terdongkrak naik," katanya.

Di sisi lain, Diana mengingatkan potensi terjadinya kontraksi yang dapat terjadi pada Kuartal-II dan kuartal-III 2026. Karena itu, ia meminta para pelaku usaha untuk tetap waspada dan disiplin dalam melakukan efisiensi biaya.

Ia menyoroti pentingnya efisiensi logistik, pengurangan cost of compliance, ketersediaan pembiayaan dengan bunga kompetitif, serta pengelolaan tenaga kerja yang optimal. "Sehingga, bila terjadi kontraksi, ketersediaan modal tercukupi," pungkas Diana.

Selanjutnya: PMI Ekspansi Tapi Investasi Mandek, INDEF Ragukan Pemulihan Sektor Manufaktur

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 3 Februari 2026, Kendalikan Emosi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News