JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap kebijakan pemerintah membebaskan PBB migas akan mampu menaikkan realisasi produksi migas Indonesia. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Natsir Mansyur, langkah pembebasan PBB migas adalah terobosan baik. Apalagi, menurut Natsir, Investasi dalam sektor eksplorasi migas sangat sulit dan memakan dana yang tidak sedikit. Eksplorasi migas membutuhkan waktu yang lama karena harus memasang pipa bor ke dalam tanah untuk melihat adanya minyak. "Kalau tidak ada, kita mesti bergeser-geser tempat lagi. Bisnis ini sangat riskan dengan investasi sangat besar di atas Rp 1 triliun," ujarnya ketika dihubungi KONTAN, Rabu (14/1). Oleh karena itu, insentif pembebasan PBB akan sangat baik dan mendukung investor dalam menekan beban pengusaha. Selain pembebasan PBB migas, ia mengakui pemerintah juga harus ada insentif di luar fiskal yaitu mengurangi pungutan alias pajak daerah.
Kadin dukung insentif pembebasan PBB migas Kemkeu
JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap kebijakan pemerintah membebaskan PBB migas akan mampu menaikkan realisasi produksi migas Indonesia. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Natsir Mansyur, langkah pembebasan PBB migas adalah terobosan baik. Apalagi, menurut Natsir, Investasi dalam sektor eksplorasi migas sangat sulit dan memakan dana yang tidak sedikit. Eksplorasi migas membutuhkan waktu yang lama karena harus memasang pipa bor ke dalam tanah untuk melihat adanya minyak. "Kalau tidak ada, kita mesti bergeser-geser tempat lagi. Bisnis ini sangat riskan dengan investasi sangat besar di atas Rp 1 triliun," ujarnya ketika dihubungi KONTAN, Rabu (14/1). Oleh karena itu, insentif pembebasan PBB akan sangat baik dan mendukung investor dalam menekan beban pengusaha. Selain pembebasan PBB migas, ia mengakui pemerintah juga harus ada insentif di luar fiskal yaitu mengurangi pungutan alias pajak daerah.