Kadin dukung pengembangan sektor industri kimia dasar dalam negeri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan industri hulu kimia dasar memang menjadi perhatian. Penguatan sektor hulu akan memaksimalkan industri manufaktur dalam negeri.

Bahkan menurut Johnny Darmawan, Wakil Ketua Umum Bidang Industri Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sektor hulu kimia dasar dan petrokimia masuk dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN).

"Kalau ingin menjadi negara industri pertama kita harus mengembangkan industri metalnya, kedua industri petrokimia dan kimia lainnya," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (22/9).

Baca Juga: Kapasitas produksi petrokimia hulu lokal penuhi 70% kebutuhan nasional di 2025

Pembangunan sektor hulu kimia dasar memang penuh tantangan, diakui Johnny, salah satunya sarat model besar. Selain itu keuntungan yang diperoleh biasa berjangka panjang bisa memakan waktu di atas 10 tahun, untuk itu perlu dukungan pemerintah.

"Harus ada keberpihakan dari pemerintah, pembelaan pemerintah kepada dunia industri. Seperti misalnya kepastian investasi, insentif, stimulus, juga proteksi dengan local content dan lainnya," sebut Johnny.

Saat ini di sektor hulu kimia dasar didapati investasi baru dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang telah merampungkan pabrik baru MTBE dan Butene 1. Menurut Johnny hal tersebut sudah langkah yang tepat, apalagi kebutuhan MTBE selama ini didapat dari impor.

Bahan petrokimia yang merupakan campuran biodiesel dan bahan bakar nabati tersebut akan sangat berguna jika nanti kebutuhan bahan bakar nabati menanjak. "Untuk itu harus dipikirkan, jangan sampai masih terus bergantung dengan impor," kata Johnny.

Baca Juga: Kemenperin memperkuat industri bahan baku obat

Sejatinya Kadin mendukung segala upaya pemerintah untuk menggenjot sektor hulu industri manufaktur. Kadin berharap pemerintah tetap punya tekad yang kuat agar segala proyek hulu dapat terealisasi dengan cara mendorong iklim industri dan investasi yang kondusif

Editor: Yudho Winarto
TAG: