Kadin Genjot Ekspor Indonesia, Bakal Bidik Tekstil, Elektronik hingga Mineral Kritis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan dunia usaha melalui peningkatan ekspor, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta hilirisasi komoditas bernilai tambah. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, penguatan dunia usaha menjadi salah satu fokus Kadin di tengah berbagai tantangan ekonomi domestik dan global. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk menjaga daya saing sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja. “Melihat banyaknya tantangan ekonomi dalam negeri dan luar negeri. Untuk peningkatan lapangan kerja, tentunya juga memastikan kita terus kompetitif dan keluar dari middle income trap,” ungkap Anindya saat ditemui media, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: AUTO Perkuat Bisnis Komponen, Bidik Pertumbuhan dari OEM hingga Aftermarket Salah satu upaya yang didorong Kadin adalah memperkuat diplomasi ekonomi untuk membuka pasar ekspor. Langkah tersebut tidak hanya menyasar perusahaan yang sudah menjadi eksportir, tetapi juga pelaku usaha yang belum masuk pasar global. “Bagaimana diplomasi ekonomi itu menghasilkan ekspor yang lebih baik. Bukan saja untuk perusahaan yang sudah ekspor, tapi yang belum ekspor,” katanya. Anindya mengatakan sejumlah sektor masih dapat dikembangkan untuk memperkuat ekspor Indonesia, seperti tekstil, alas kaki, elektronik, dan furnitur. Selain itu, ia menyoroti mineral kritis yang telah melalui proses hilirisasi. Ia juga memberikan gambaran seperti stainless steel, bahan pembuat baterai, serta bauksit yang diolah menjadi alumina dan aluminium. Menurutnya, produk mineral yang telah diolah memiliki nilai tambah dan diminati sejumlah negara. “Jangan lupa juga untuk mineral kritis yang sudah diolah. Bisa saja menjadi stainless steel, bahan pembuat baterai, atau bauksit menjadi alumina dan aluminium,” ujar Anindya. Kadin mendorong penguatan industri tekstil melalui insentif dan keterlibatan Danantara. Industri tekstil juga dinilai perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI) dan robotik, serta memperkuat posisi dalam rantai pasok global. Dari sisi perdagangan, Anindya optimistis neraca perdagangan Indonesia dapat terus berada di posisi positif. Ia menyebut neraca perdagangan kembali mencatat posisi positif pada bulan sebelumnya, meski harga minyak tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: GEBRAK Sebut Bisnis Vape Masih Menjanjikan, Regulasi Jadi Kunci “Kita melihat bulan lalu sudah mulai positif lagi net-nya. Dan saya yakin ke depannya juga akan terus naik. Tentu kita mesti pertimbangkan harga minyak, karena itu menjadi pengurang daripada positifnya,” katanya. Kadin juga mendorong UMKM naik kelas hingga mampu menjadi eksportir. Masukan dari dunia usaha di 38 provinsi akan dihimpun melalui Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) untuk menjadi bahan pembahasan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin pada akhir Oktober.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News