KADIN Indonesia Mulai Rancang Peta Jalan Indonesia Emas 2045



KONTAN.CO.ID - Jakarta, 15 Desember 2022 - Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) sejak 2016 lalu sudah meluncurkan Visi Indonesia Emas 2045, yaitu gambaran ideal dan capaian yang harus diraih Indonesia di usianya yang ke 100 tahun sejak kemerdekaan.

Salah satu harapan presiden, di usia 100 tahun, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan pendapatan yang tinggi dan berada di posisi 4 dunia sebagai negara maju serta mempunyai kualitas manusia yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) KADIN Jumat, 2 Desember 2022 lalu, Presiden Jokowi turut memberikan arahan terkait pentingnya sektor usaha dan industri dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Maka dari itu, sebagai bentuk tindak lanjut dari acara tersebut, KADIN Indonesia mulai menyusun peta jalan Indonesia Emas 2045 untuk dunia usaha, industri dan SDM Indonesia.


Peta jalan ini membantu Indonesia dalam mencapai tujuan dan visi yang akan dicapai di masa mendatang, tepatnya satu abad setelah kemerdekaan. Presiden Jokowi tentunya sudah melihat, bagaimana negara-negara lain bisa melompat menjadi negara maju karena memiliki visi yang jelas, optimistis, realistis dan terukur serta terwujud dalam suatu roadmap atau peta jalan yang komprehensif.

Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan peta jalan menuju Indonesia Emas 2045 dijadikan salah satu program kerja utama KADIN Indonesia pada tahun 2023 mendatang. Hal ini merupakan komitmen KADIN Indonesia untuk membantu dan mewujudkan visi besar Presiden Jokowi.

“Peta jalan ini dibuat agar segala upaya, program serta inisiatif dapat lebih terkoordinasi dan terarah pada pencapaian target pembangunan 2045. Peta jalan juga harus dibuat secara bersama, kolaboratif dan inklusif karena setiap sektor berbeda tantangan dan peluangnya,” jelas Arsjad.

Arsjad menambahkan, KADIN Indonesia sama optimisnya dengan Presiden Jokowi mengenai jalan kita untuk mencapai Indonesia Emas 2045 terbuka luas. Kita memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki negara lain; pasar yang besar, tenaga kerja produktif yang melimpah, dan juga kekayaan sumber daya alam.

Bukan hanya itu saja, Indonesia juga telah mendapatkan trust atau kepercayaan dunia dengan berhasil menjadi tuan rumah G20-B20 tahun ini, dan menjadi penyelenggara ASEAN Business Advisory Council (BAC) Summit 2023. Ini semua adalah modal Indonesia untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa.

“Presiden Jokowi sudah merumuskan visi bagi Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke- 4 di dunia. Ini big dream yang bisa kita wujudkan. KADIN Indonesia akan membuat peta jalannya, kita harus membuat risetnya, langkah apa saja yang dunia usaha bisa bantu wujudkan, terutama di seluruh sektor industri termasuk UMKM dan juga penyiapan SDM-nya agar bukan hanya makmur dan sejahtera, tapi juga nol kemiskinan,” tambahnya.

Arsjad melihat, upaya peta jalan apapun tidak akan bisa optimal kalau SDM yang menjadi key enablernya tidak ikut ditingkatkan. Maka dari itu, selain peta jalan industri, Peta Jalan Indonesia Emas 2045 juga akan dilengkapi dengan peta jalan SDM. “Penting untuk kita bisa persiapkan SDM kita untuk bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045. Seperti yang Bapak Presiden Joko Widodo katakan di RAPIMNAS, Indonesia akan punya bonus demografi. Peluang ini harus kita manfaatkan dengan baik, kita harus persiapkan SDM-SDM kita dengan skill yang menjawab kebutuhan industri saat ini dan di masa depan melalui Peta Jalan SDM,” ucap Arsjad.

Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, Arsjad melihat kita harus punya check point, terutama di 2030 untuk mengukur dan mengevaluasi apakah jalan kita untuk keluar dari middle income trap sudah berhasil atau tidak. Jika tidak, apa yang harus dibenahi dan jika berhasil apa yang harus ditingkatkan agar jalan menuju 2045 semakin mudah tercapai.

“Selain peta jalan, kita juga perlu memikirkan rekomendasi kebijakannya. Ini agar sinkron dan selaras. KADIN Indonesia perlu menggandeng universitas, lembaga penelitian untuk menciptakan policy yang komprehensif dan jelas. Kita juga harus melibatkan pemikiran dari daerah melalui FGD, sehingga perencanaan perekonomian-nya inklusif, adil dan menjangkau seluruh Indonesia,” kata Arsjad.

Arsjad juga mengungkapkan bahwa secara khusus, peta jalan Indonesia Emas ini menargetkan empat klaster, yaitu hilirisasi, transformasi digital, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesehatan, serta ekonomi hijau.

“Dalam mencapai Indonesia Emas 2045, negara ini harus menyiapkan segala aspek mulai dari sekarang, dalam hal ini termasuk peta jalan yang jelas. Setidaknya, dalam lima tahun kedepan Indonesia sudah harus memiliki arah yang jelas, tegas dan konkret,” pungkas Arsjad.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Eka Sastra, mengatakan terdapat 2 persyaratan untuk menjadi negara maju, yaitu keberlanjutan dan keterbukaan. Sebagai mitra strategi pemerintah, KADIN Indonesia, kata Eka, sangat siap ketika diminta untuk ikut merumuskan peta jalan industri dan SDM nasional.

“Dengan mempercayakan pembuatan peta jalan kepada pelaku usaha, diharapkan rancangan peta jalan yang diciptakan adaptif, cepat, dan solutif, sehingga memberikan kontribusi dan dampak yang baik bagi Indonesia,” ucap Eka. Targetnya peta jalan Indonesia Emas 2045 ini akan diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2023.

Terdapat 4 fase dalam membuat rancangan peta jalan Indonesia Emas 2045, yaitu: - Fase 1 (November 2022 - Januari 2023) = mengumpulkan dan menetapkan aspirasi dari para stakeholder dalam merancang peta jalan Indonesia 2045

-  Fase 2 (Februari 2023 - Maret 2023) = menyusun peta jalan Indonesia 2045 dengan mengidentifikasi faktor pendorong utama untuk menciptakan nilai dan transformasi ekonomi untuk setiap tema utama. Serta, menyepakati dan meminta masukkan mengenai peta jalan dan inisiatif utama melalui workshop atau forum.

-  Fase 3 (Maret 2023 - Mei 2023) = memilih dan mengembangkan rencana untuk proyek-proyek terobosan.

-  Fase 4 (Juni 2023 - Agustus 2023) = Penerbitan white paper yang ditargetkan akan diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2023. White paper ini kemudian akan dipublikasikan dan diseminarkan untuk disosialisasikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Indah Sulistyorini