Kadin: Investor China Masih Minati RI, Tunggu Kepastian Deregulasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut investor asal China masih melihat Indonesia sebagai tujuan investasi strategis meski sebelumnya sempat menyampaikan keberatan atas sejumlah kebijakan pemerintah.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin, Erwin Aksa mengatakan, dialog antara pemerintah dan pelaku usaha, termasuk investor China, menjadi langkah positif untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan iklim usaha tetap kompetitif.

“Kadin memandang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha, termasuk investor asal China, merupakan langkah yang sangat positif untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan iklim usaha Indonesia tetap kompetitif di tengah dinamika global,” ujar Erwin kepada Kontan, Rabu (27/5/2026).


Menurut dia, dari komunikasi yang berlangsung, pemerintah pada prinsipnya menunjukkan keterbukaan untuk mendengar berbagai masukan dunia usaha. Masukan tersebut terutama terkait kepastian regulasi, perizinan, implementasi kebijakan teknis di lapangan hingga harmonisasi aturan antar kementerian dan pemerintah daerah.

Erwin bilang, dunia usaha berharap proses deregulasi dapat berjalan lebih cepat dan konsisten agar memberikan kepastian jangka panjang bagi investor.

Baca Juga: Kadin dan Asosiasi Pengusaha Tambang Merespons Keluhan Pebisnis China Soal Nikel RI

Di sisi lain, investor China masih menilai Indonesia sebagai pasar dan basis produksi yang strategis karena memiliki pasar domestik besar, potensi hilirisasi sumber daya alam, serta posisi penting dalam rantai pasok kawasan ASEAN.

“Minat investasi masih cukup kuat, meskipun investor saat ini cenderung lebih selektif dan sangat memperhatikan aspek kepastian hukum, efisiensi birokrasi, energi, dan kesiapan infrastruktur,” katanya.

Adapun sejumlah sektor yang masih diminati investor China antara lain hilirisasi mineral, kendaraan listrik dan baterai, manufaktur, energi baru terbarukan, petrokimia, infrastruktur digital, pusat data, hingga industri pendukung logistik dan pelabuhan.

Erwin menilai, potensi investasi dari China masih sangat besar mengingat negara tersebut tetap menjadi salah satu sumber foreign direct investment (FDI) terbesar bagi Indonesia. Namun, persaingan menarik investasi antar negara di kawasan kini semakin ketat.

Baca Juga: Kemenperin Gandeng Perusahaan China Garap Pilot Project Limbah di 5 Kawasan Industri

“Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan market size semata,” ujarnya.

Karena itu, Kadin mendorong pemerintah mempercepat paket deregulasi yang berfokus pada simplifikasi perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian implementasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan aturan industri, efisiensi logistik, hingga percepatan layanan investasi.

Selain itu, kepastian timeline implementasi kebijakan juga dinilai penting agar investor dapat menyusun perencanaan bisnis dengan lebih jelas.

“Yang terpenting saat ini adalah menjaga momentum kepercayaan investor. Dunia usaha melihat pemerintah memiliki komitmen untuk mempertahankan daya tarik investasi Indonesia, namun implementasi di lapangan akan menjadi faktor yang paling menentukan,” tutupnya.

Baca Juga: Apindo: Keluhan Pengusaha China soal Birokrasi Juga Dirasakan Pebisnis Lokal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News