Kadin: Satgas MBG Gotong Royong Telah Berkontribusi pada 866 Dapur



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melaporkan telah berkontribusi dalam pembangunan ratusan dapur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satgas MBG Gotong Royong.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, hingga saat ini Satgas MBG Gotong Royong telah berkontribusi pada 866 dapur MBG. Dari jumlah tersebut, sebanyak 128 merupakan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Satgas MBG Gotong Raya. Pada hari ini, Kadin sudah berkontribusi di 866 dapur dan 128 adalah 3 T,” tutur Anindya saat berpidato di hadapan Presiden di di Istana Negara, Jumat (31/7/2026). 


Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Cari Sumber Dana Baru untuk Program MBG

Menurut Anindya, keterlibatan dunia usaha dalam program MBG didorong oleh besarnya manfaat ekonomi yang dihasilkan. 

Ia mengacu pada riset UNICEF yang menunjukkan setiap US$ 1 yang diinvestasikan dalam program gizi dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) sebesar US$ 3 hingga US$ 15.

Selain program MBG, Kadin juga menjalankan Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Dalam program ini, Kadin telah meluncurkan white paper bertajuk Health is the New Wealth yang menyoroti besarnya potensi ekonomi dari sektor kesehatan.

Anindya menyebut nilai sektor kesehatan mencapai sekitar Rp 670 triliun. Menurutnya, setiap Rp 1 yang dibelanjakan untuk kesehatan berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi sebesar Rp 2 hingga Rp 3.

Baca Juga: Selain Anggaran MBG, Ini Tumpukan Putusan MK yang Harus Segera Diatasi Prabowo

Di sisi lain, Kadin juga mendorong peningkatan daya saing industri padat karya melalui program sertifikasi dan pelatihan bagi sekitar 208.000 pekerja.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja sehingga mampu mendukung peningkatan nilai tambah industri nasional.

Tak hanya itu, Kadin turut mendukung program renovasi rumah tidak layak huni sebagai bagian dari target pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Anindya menilai program tersebut memiliki dampak ekonomi yang besar, termasuk potensi menciptakan hingga 19 juta lapangan kerja.

Baca Juga: Putusan MK Soal MBG, MBG Watch Khawatir Beban Anggaran Bergeser ke Pos APBN Lain

Ia juga melihat keberadaan Koperasi Desa Merah Putih di sekitar 80.000 titik membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan dunia usaha, terutama dalam bidang edukasi, pelatihan, serta pengembangan aktivitas ekonomi dan perdagangan di daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News