KAI Angkut Hampir 4,03 Juta Ton Batubara Sepanjang Januari 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kinerja angkutan batubara sebesar 4.025.975 ton sepanjang Januari 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, capaian ini menunjukkan peran strategis kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi energi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di berbagai wilayah.

Ia melanjutkan, fluktuasi harga batubara global menjadi tantangan sekaligus momentum untuk memperkuat ketahanan sistem logistik nasional. Untuk itu, KAI merespons kondisi tersebut melalui penguatan efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, serta optimalisasi kapasitas layanan agar distribusi energi tetap terjaga.


Baca Juga: Dekaindo Proyeksikan Ekspor Kakao Tumbuh 10% di Tahun 2026

Saat ini, KAI melayani angkutan batubara antara lain melalui lima terminal utama, yaitu Kertapati, Sukacinta, Muaralawai, Merapi, dan Banjarsari. Di antara terminal tersebut, Kertapati menjadi pusat modernisasi logistik dengan penerapan conveyor belt system yang terintegrasi dengan shiploader berkapasitas 1.500 ton per jam, sehingga proses bongkar muat berlangsung lebih cepat dan terukur.

Modernisasi ini, lanjut Anne, mendorong peralihan dari metode konvensional berbasis dump truck menuju sistem logistik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dalam operasional harian, KAI melalui anak usaha KAI Logistik mengelola lebih dari 59.000 ton batubara per hari dari berbagai titik terminal untuk memastikan kontinuitas pasokan ke pengguna akhir.

Selain penguatan infrastruktur, KAI melalui anak usaha KAI Logistik juga disebut menerapkan teknologi RFID pada kontainer batubara guna meningkatkan akurasi pemantauan dan efisiensi manajemen rantai pasok.

"Inisiatif ini mendukung pengelolaan distribusi yang lebih presisi serta berkontribusi pada pengurangan emisi dari aktivitas logistik. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen KAI Group dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui transportasi yang efisien dan berkelanjutan," papar Anne dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Anne menambahkan, batubara yang diangkut KAI sebagian besar digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa dan Bali. Keandalan layanan angkutan kereta api disebut berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik nasional, yang menopang aktivitas rumah sakit, sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, industri, hingga usaha kecil dan menengah di berbagai daerah.

Seiring dengan peningkatan volume angkutan, KAI, lanjutnya, juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif dan genset KAI menggunakan Biosolar B40, bahan bakar dengan campuran 40% bahan nabati. Hal ini sebagai kelanjutan dari uji coba bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang dimulai pada Juli 2024.

Baca Juga: WIKA Beton (WTON) Catat Nilai Kontrak Baru Rp 4 Triliun Sepanjang 2025

“Melalui layanan yang andal, efisien, dan berkelanjutan, KAI terus menghadirkan solusi logistik yang selaras dengan visi perusahaan untuk menggerakkan transportasi berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutup Anne.

Selanjutnya: Indonesian Miners Halt Spot Coal Exports Over Proposal to Cut Output

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Home Care 1-15 Februari 2026, Attack-Wipol Diskon hingga 35%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News