KAI batal menaikan tarif kereta ekonomi



JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya membatalkan rencana kenaikan tarif kereta ekonomi jarak jauh. Keputusan tersebut diambil setelah ada kepastian Kementerian Perhubungan (Kemhub) secara resmi menambah jumlah alokasi dana layanan publik atau public service obligation (PSO) bagi perusahaan transportasi tersebut akhir pekan lalu.Ignasius Jonan, Direktur Utama KAI memastikan hal tersebut. "Awalnya permintaan PSO Rp 1,2 triliun dirubah jadi Rp 871 miliar. Akhirnya diubah lagi menjadi Rp 1,2 triliun sehingga tarif enggak naik," kata dia, Senin (7/7).Artinya, KAI jadi tidak perlu mengembalikan tarif kereta api jarak jauh ke harga non subsidi lantaran sebagian ongkos operasional ditanggung oleh subsidi. Apalagi, masyarakat masih bisa menikmati tarif kereta jarak jauh karena lebih murah dari tarif moda transportasi lainnya.Sekadar tahu, PT KAI berencana mengerek tarif kereta ekonomi jarak jauh per 1 September 2014 nanti. Namun Jonan menegaskan, hingga kini tarif tiket kereta masih dijual dengan harga subsidi. Setelah ada kepastian tambahan subsidi, PT KAI langsung membatalkan perubahan tarif kereta ekonomi.Sebelum keputusan ini keluar, Kemhub sudah menghimbau KAI untuk tidak mengerek tarif kereta ekonomi. Namun permintaan tersebut tak bisa dipenuhi KAI, karena tak mau merugi.

Kurniadi Atmosasmito, Direktur Keuangan PT KAI menegaskan selama permintaan dana PSO tidak dipenuhi, pihaknya bakal tetap menaikan tarif kereta ekonomi. Sebab, sebagai perseroan terbatas, KAI juga harus memperhitungkan persoalan untung rugi perusahaan. Wacana kenaikan tarif ini muncul setelah pemerintah tak memenuhi permintaan dana PSO yang diajukan KAI sebesar Rp 1,2 triliun. Kendati dana yang diberikan sesuai dengan permintaan, senilai Rp 871 miliar ditujukan untuk memenuhi kebutuhan PSO. Sedangkan senilai Rp 352 miliar untuk keperluan pembayaran kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Yudho Winarto