KAI Catat Pertumbuhan Pelanggan Lebih dari 7% hingga Agustus 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat pertumbuhan volume pelanggan lebih dari 7% sepanjang Januari hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan tersebut terjadi pada berbagai layanan kereta yang dikelola KAI Group, baik kereta jarak jauh, kereta lokal, maupun kereta komuter.

"Kalau dilihat dari pertumbuhannya, secara keseluruhan KAI Group dalam hitungan Januari sampai Agustus tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2025, kita mengalami kenaikan lebih dari 7%," ujar Anne dalam media briefing, Jumat (4/9/2026).


Baca Juga: Menakar Daya Saing IndoData Data Center Usai Salim Group Ambil Alih Bisnis Seutuhnya

Berdasarkan jenis layanan, volume pelanggan kereta jarak jauh dan kereta lokal yang dikelola KAI tumbuh hampir 9% secara tahunan. Sementara itu, layanan komuter yang mencakup wilayah Jabodetabek dan Jawa serta kereta bandara mencatat pertumbuhan sekitar 6%.

Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada layanan kereta wisata. Anne menyebut, volume pelanggan untuk layanan seperti kereta Panoramic, Priority, dan charter meningkat hampir 50% dibandingkan 2025.

"Yang paling tinggi pada saat ini adalah kereta wisata. Seperti Panoramic, Priority, charter itu meningkat drastis hampir 50% pencapaiannya, dibandingkan dengan tahun 2025," katanya.

Sejalan dengan pertumbuhan volume pelanggan, KAI juga mempertahankan kinerja operasional. Anne mengatakan, on time performance (OTP) KAI Group masih berada di atas 90%. Sementara tingkat ketepatan waktu kedatangan berada sekitar 95%.

Dari sisi kepuasan pelanggan, Customer Satisfaction Index (CSI) KAI tercatat sebesar 4,53 dalam skala 1–5. Meski demikian, KAI masih menerima kritik dan masukan dari pelanggan, terutama terkait layanan ticketing, akses, hingga tarif.

Baca Juga: Total Investasi Tembus Rp 16 Triliun, DPR Minta Pabrik BYD Perkuat Transisi Energi

Anne mengatakan, masukan tersebut menjadi bahan evaluasi KAI Group dalam menyusun strategi peningkatan pelayanan ke depan.

"Ini terus kami terima kritik, hingga ini akan mempengaruhi strategi-strategi kami di dalam peningkatan pelayanan di KAI Group," ujarnya.

Sementara itu, pertumbuhan jumlah pengguna juga terlihat pada layanan kereta komuter Jabodetabek. Hingga Agustus 2026, volume pengguna KRL Jabodetabek telah mencapai sekitar 241 juta pelanggan.

Angka tersebut setara dengan 50,9% dari total volume pengguna sepanjang 2025. Anne optimistis volume pengguna KRL Jabodetabek masih dapat terus bertumbuh hingga akhir tahun, seiring tingginya mobilitas masyarakat pada hari kerja.

"Khusus pertumbuhan pengguna KRL Jabodetabek, itu saat ini di angka 241 juta, berarti akhir tahun bisa saja kita bisa lebih dari 350 juta, atau bahkan lebih dari 400 juta, untuk sampai akhir tahun," katanya.

Menurut Anne, pertumbuhan pengguna KRL Jabodetabek dalam satu dekade terakhir juga cukup signifikan. Jumlah pengguna meningkat lebih dari 140 juta, sementara jumlah stasiun yang dilayani bertambah dari 71 stasiun menjadi 85 stasiun.

Baca Juga: Akumindo Soroti Pengembalian PPh E-Commerce bagi UMKM

Pada 2026, dua stasiun baru yang telah dioperasikan untuk layanan komuter adalah Jatake dan Jakarta International Stadium (JIS).

Pertumbuhan tersebut juga mendorong KAI untuk meningkatkan kapasitas angkutan. Anne menjelaskan, peningkatan kapasitas tidak hanya bergantung pada penambahan frekuensi atau pengurangan headway, tetapi juga kapasitas angkut dalam satu rangkaian kereta.

KAI sebelumnya meningkatkan kapasitas rangkaian dari empat kereta menjadi delapan kereta, kemudian 10 kereta. Saat ini, investasi rangkaian baru diarahkan untuk menggunakan 12 kereta dalam satu trainset.

Khusus lintas Rangkasbitung, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) juga tengah menyiapkan penambahan kapasitas listrik agar layanan dapat mengoperasikan rangkaian 12 kereta secara optimal.

"Kita sudah uji coba kemarin untuk trainset 12-nya, tetapi masih ada hal yang harus kami persiapkan dari sisi prasarananya agar kapasitasnya kembali bisa tumbuh," jelas Anne.

Adapun dari total lebih dari 350 juta pelanggan yang dilayani KAI Group selama delapan bulan 2026, sekitar 90% merupakan pengguna layanan bersubsidi. Sekitar 90% dari total pelanggan KAI Group juga berasal dari layanan angkutan perkotaan yang mendapatkan subsidi pemerintah.

Dengan demikian, pelanggan layanan komersial masih berada di bawah 10% dari total pelanggan KAI Group.

Anne mengatakan, pertumbuhan volume pelanggan tersebut menjadi salah satu dasar bagi KAI dalam mengevaluasi dan mengembangkan layanan, termasuk peningkatan konektivitas antarmoda dan integrasi antara layanan komuter dengan kereta jarak jauh.

Saat ini, sejumlah stasiun seperti Jatinegara, Bekasi, dan Cikarang telah melayani integrasi antara kereta komuter dan kereta jarak jauh. KAI juga terus mengembangkan stasiun transit dan integrasi antarmoda untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: