KAI: Dana obligasi dipakai awal 2018



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mencatatkan obligasi perdana senilai Rp 2 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/11).

Surat utang bertajuk Obligasi I PT KAI pada masa book building menerima penawaran sebanyak Rp 5,2 triliun atau 2,5 kali dari target penerbitan.

Obligasi ini diterbitkan dalam dua seri. Pertama, seri A tenor lima tahun dengan kupon 7,75% per tahun. Kedua, seri B tenor tujuh tahun dengan kupon 8,25% per tahun. Bunga obligasi dibayarkan secara triwulan sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga.


Direktur PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, obligasi perdana ini sesai rencana dengan memanfaatkan kondisi suku bunga yang rendah. Ia mengaku permintaan obligasi di PT KAI saat ini cukup tinggi.

"Mengingat peringkat kredit yang diberikan oleh Pefindo, yaitu peringkat idAAA (Triple A; Stable Outlook), serta pandangan positif investor terhadap bisnis KAI ke depan," ungkapnya.

Selain itu, Senior Manager Corporate Communication PT KAI Agus Komarudin mengatakan, rencananya dana tersebut akan digunakan untuk penyelesaian proyek kereta api bandara Soekarno-Hatta dan untuk pembaharuan kereta.

"55% untuk projek KA bandara Soetta dan 45% untuk pembelian sarana kereta. Diperkirakan penggunaan dana awal 2018," beber Agus pada Kontan.co.id, Rabu (22/11).

Agus mengatakan bahwa nantinya, dari dana tersebut PT KAI akan memperbaharui sekitar 438 kereta yang telah dipesan ke PT Industri Kereta Api. "Iya betul itu sudah kita pesan ke Inka, on progress akhir tahun ini dan sisanya tahun 2018," jelasnya.

Dalam lima tahun terakhir, PT KAI mencatatkan pertumbuhan dengan CAGR sebesar 20,04%, rata-rata pertumbuhan laba bersih dengan CAGR mencapai 24,41%. Laporan keuangan PT KAI juga terus meningkat di mana peningkatan jumlah aset dengan CAGR sebesar 29,41%.

Pada triwulan III tahun 2017, Aset PT KAI mencapai Rp 28 triliun, serta pertumbuhan total aset sebesar 11,37%. Jika dibandingkan dengan periode yang sama 30 September 2016, pertumbuhan pendapatan di PT KAI mencapai 20,55%.

Proyek kereta bandara Soekarno-Hatta ditargetkan beroperasi pada tahun 2018 dengan target perolehan pendapatan di tahun 2018 sebesar Rp 122 miliar dan meningkat sebesar Rp 557 miliar di tahun 2019 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto