KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terus mempercepat pengadaan armada KRL baru untuk memperkuat layanan
Commuter Line Jabodetabek. Salah satu proyek utama yang tengah berjalan adalah pengadaan 192 unit atau 16 trainset KRL baru dari PT Industri Kereta Api (INKA) dengan nilai kontrak mencapai Rp 3,85 triliun. Direktur Utama PT, KAI Bobby Rasyidin, mengatakan pengadaan KRL baru tersebut merupakan bagian dari proyek pengadaan sarana KRL Jabodetabek senilai Rp 9,18 triliun yang dijalankan bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).
Baca Juga: Investor Asing Masih Agresif, Prospek Bisnis Kawasan Industri Cerah hingga Akhir 2026 "Total nilai proyek pengadaan sarana KRL Jabodetabek mencapai Rp 9,18 triliun. Proyek ini mencakup pengadaan KRL baru produksi PT INKA, pengadaan KRL impor, hingga program retrofit armada eksisting guna menjaga kapasitas layanan dan mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang di masa mendatang," ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Senin (8/6/2026). Berdasarkan paparan KAI, pengadaan 16 trainset KRL baru dari INKA menjadi proyek terbesar dalam keseluruhan program investasi sarana KRL Jabodetabek. Nilai kontraknya mencapai Rp 3,85 triliun atau sekitar 42% dari total nilai proyek. Selain kontrak yang telah berjalan tersebut, KAI juga masih merencanakan pengadaan tambahan 96 unit atau delapan trainset KRL baru dari INKA dengan nilai sekitar Rp2,05 triliun. Namun, kontrak untuk pengadaan tambahan itu hingga kini belum ditandatangani. Bobby menjelaskan, kebutuhan armada baru semakin mendesak seiring pertumbuhan jumlah pengguna KRL Jabodetabek yang terus meningkat setiap tahun. Di sisi lain, sebagian besar armada yang saat ini beroperasi merupakan kereta eks Jepang yang telah berusia puluhan tahun dan secara bertahap memerlukan penggantian.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Sebut Aturan Soal Bursa Mineral Masih Cari Formula Untuk membiayai proyek tersebut, pemerintah memberikan dukungan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 5,3 triliun atau sekitar 58% dari total kebutuhan investasi. Sisanya berasal dari kredit sindikasi perbankan sebesar Rp 3,69 triliun dan kas internal PT KCI sebesar Rp 190 miliar.
KAI juga mulai merealisasikan penggunaan PMN tahun anggaran 2025 untuk mendukung penyelesaian armada yang diproduksi INKA. "KAI menerima PMN 2025 sebesar Rp 1,8 triliun pada 31 Desember 2025 dan telah meneruskannya kepada PT KCI pada 20 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 744,46 miliar telah digunakan untuk pembayaran kepada PT INKA. Adapun sisa dana sekitar Rp 1,05 triliun akan dicairkan secara bertahap mengikuti progres penyelesaian sembilan trainset sesuai recovery schedule yang ditargetkan rampung pada September 2026," kata Bobby. Menurut Bobby, pengadaan KRL baru dari INKA diharapkan dapat memperkuat kapasitas layanan
Commuter Line Jabodetabek sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap armada berusia tua yang saat ini masih mendominasi operasional kereta komuter di wilayah tersebut. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News