KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memulai proses integrasi strategis dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri perkeretaapian nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk menyelaraskan kebutuhan sarana perkeretaapian dengan kapasitas produksi manufaktur dalam negeri. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan integrasi KAI dan INKA membuka peluang bagi pengembangan industri manufaktur kereta api nasional. Menurutnya, kebutuhan sarana dalam jangka panjang memerlukan perencanaan yang lebih terhubung antara KAI sebagai operator dan INKA sebagai produsen. "Integrasi KAI dan INKA merupakan langkah besar untuk membangun ekosistem industri kereta api nasional yang semakin kuat. Proyeksi kebutuhan sarana perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan desain, kapasitas produksi, pengujian, dan penyerahan produk yang lebih selaras," ujar Bobby dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (23/7/2026).
KAI Integrasikan INKA, Targetkan Pemenuhan 156 Rangkaian KRL hingga 2040
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memulai proses integrasi strategis dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri perkeretaapian nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk menyelaraskan kebutuhan sarana perkeretaapian dengan kapasitas produksi manufaktur dalam negeri. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan integrasi KAI dan INKA membuka peluang bagi pengembangan industri manufaktur kereta api nasional. Menurutnya, kebutuhan sarana dalam jangka panjang memerlukan perencanaan yang lebih terhubung antara KAI sebagai operator dan INKA sebagai produsen. "Integrasi KAI dan INKA merupakan langkah besar untuk membangun ekosistem industri kereta api nasional yang semakin kuat. Proyeksi kebutuhan sarana perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan desain, kapasitas produksi, pengujian, dan penyerahan produk yang lebih selaras," ujar Bobby dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (23/7/2026).