KAI: Kereta Api Barang Layani 26 Juta Ton Barang Selama Januari-Mei 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero masih terus memperkuat peran kereta api barang untuk menekan biaya efisiensi logistik Indonesia. Sebab, kereta api barang dapat menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, pelabuhan, dan pusat distribusi.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan selama bulan Januari hingga Mei 2026, KAI telah melayani 26.486.417 ton barang menggunakan kereta api barang. Volume tersebut terdiri dari batu bara 21.563.901 ton, petikemas 2.428.471 ton, BBM 1.096.998 ton, semen dan klinker 977.983 ton, perkebunan 268.728 ton, retail 48.684 ton, serta komoditas lainnya 101.652 ton.

Anne menyebut, dengan pencapaian tersebut kereta api barang berhasil memiliki peran penting terhadap menjaga kelancaran distribusi berbagai kebutuhan utama, mulai dari energi, bahan baku industri, material pembangunan, hingga barang konsumsi masyarakat.


Baca Juga: KAI Garap Bisnis Media Transit, Bidik Iklan dari 430 Juta Penumpang per Tahun

“Kereta api barang membantu membuat biaya distribusi lebih efisien karena mampu melayani volume besar dalam satu perjalanan. Bagi dunia usaha, biaya distribusi yang lebih terkendali dapat membantu menjaga harga barang. Bagi masyarakat, rantai pasok yang lancar dapat mendukung harga yang lebih stabil,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).

Anne menegaskan bahwa peran kereta api barang bisa menekan biaya logistik. Sebab, saat ini biaya logistik tinggi, harga barang dapat ikut terdorong naik. Jika biaya logistik turun, pelaku usaha memiliki ruang lebih besar untuk menjaga harga tetap kompetitif.

Baca Juga: KAI Layani 128 Juta Penumpang Hingga Kuartal I-2026, Naik 9,97% dari Tahun Lalu

“Angka ini menunjukkan bahwa logistik bukan urusan industri saja. Ketika biaya distribusi turun, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Pelaku usaha bisa lebih efisien, harga barang lebih terjaga, dan daya beli masyarakat dapat ikut terdorong,” kata Anne.

KAI terus mengoptimalkan layanan kereta api barang melalui penguatan pola operasi, peningkatan keandalan sarana dan prasarana, serta kerja sama dengan pelanggan korporasi dan mitra logistik. Upaya ini diarahkan agar distribusi barang semakin terjadwal, stabil, efisien, dan mampu mendukung daya saing industri nasional.

“Investasi pada logistik berbasis rel adalah investasi untuk daya saing Indonesia. Semakin besar barang yang dapat dilayani melalui kereta api secara efisien, semakin besar peluang Indonesia menekan biaya logistik, memperkuat industri, dan menjaga daya beli masyarakat,” tutup Anne.

Baca Juga: KAI Bidik Pendapatan Rp66 Triliun pada 2030, Rel Kereta Tembus 7.000 Km

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: