CILACAP. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, kembali mengoperasikan KA angkutan pupuk PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) dari Cilacap Pelabuhan yang terhenti sejak awal tahun 2008. "Pengoperasian kembali KA angkutan pupuk tersebut dilakukan setelah disetujuinya kerja sama antara PT KAI (Persero) dan PT Pusri yang ditandai dengan peluncuran angkutan pupuk dari Stasiun Cilacap pada dini hari tadi oleh Vice President PT KAI Daop 5 Purwokerto Safrudiansyah," kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Daop 5 Purwokerto Surono di Cilacap, Kamis. Dalam pengiriman perdana tersebut sebanyak 600 ton pupuk urea Pusri dikirim menggunakan 20 gerbong tertutup (GT) yang ditarik lokomotif CC 2061399 dengan tujuan Stasiun Gombong (Kabupaten Kebumen), Stasiun Maguwo (Daerah Istimewa Yogyakarta), dan Stasiun Ceper (Kabupaten Klaten.).
Menurut dia, KA angkutan pupuk dari Cilacap itu untuk sementara akan dioperasikan tiga kali dalam seminggu dengan tujuan Gombong, Maguwo, dan Ceper. Ke depan, lanjut dia, KA angkutan pupuk akan dikembangkan ke tujuan yang lain yang mempunyai fasilitas gudang penyimpanan pupuk. "PT KAI siap memenuhi permintaan angkutan pupuk berapapun jumlahnya. Bahkan, untuk angkutan komoditas yang lain dari atau menuju Cilacap Pelabuhan. Untuk menyongsong peningkatan permintaan angkutan barang, PT KAI Daop 5 Purwokerto telah melakukan peningkatan kondisi jalur rel antara Stasiun Cilacap-Cilacap Pelabuhan," katanya. Ia mengatakan bahwa peningkatan jalur tersebut di antaranya berupa penggantian rel dengan jenis yang lebih besar di titik-titik perlintasan, perkuatan bantalan, pengangkatan jalur, dan penambahan balas kricak. Dengan peningkatan tersebut, kata dia, jalur Stasiun Cilacap-Cilacap Pelabuhan sudah mampu dilalui lokomotif besar jenis CC.201. Menurut dia, penggunaan lokomotif besar tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan daya tarik dan kecepatan langsiran. Dengan beroperasinya angkutan pupuk, lanjut dia, frekuensi langsiran KA dari Stasiun Cilacap-Cilacap Pelabuan meningkat sehingga diperlukan pengamanan di titik-titik petlintasan. "Jumlah langsiran dari atau ke Cilacap Pelabuhan meningkat 100 persen, yakni dari delapan kali menjadi 16 kali per hari," jelasnya. Ia mengatakan bahwa pengamanan tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan mengingat jalur rel Stasiun Cilacap-Cilacap Pelabuhan melewati delapan titik perlintasan tanpa palang pintu dan penjagaan yang rawan kecelakaan. "Kami telah koordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap dan Dinhubkominfo (Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika) setempat untuk penanganan pengamanan di perlintasan jalur Cilacap Pelabuhan," katanya.