KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan proyek pengembangan jaringan kereta api terintegrasi di Pulau Sumatra dengan kebutuhan investasi yang diperkirakan mencapai Rp350 triliun. Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan logistik di Pulau Sumatra. Direktur Utama Bobby Rasyidin mengatakan bahwa pengembangan jaringan perkeretaapian Sumatra merupakan agenda prioritas perusahaan yang dijalankan sesuai arahan pemerintah.
Kereta Trans Sumatra Ditargetkan Tersambung dari Utara ke Selatan
Saat ini, jaringan kereta api di Pulau Sumatra masih belum terhubung secara menyeluruh. Sejumlah jalur yang telah beroperasi masih berdiri sendiri dan belum terkoneksi dengan koridor lainnya. Baca Juga: KAI Catat 493 Juta Penumpang pada 2025, Laba Bersih Naik Jadi Rp2,3 Triliun Beberapa jalur yang saat ini beroperasi secara terpisah antara lain koridor Bandar Lampung–Palembang, Bandar Lampung–Lubuklinggau, serta jaringan kereta api di wilayah Sumatra Utara dan Aceh. Melalui proyek Kereta Trans Sumatra, KAI menargetkan terciptanya konektivitas antar koridor sehingga jalur kereta api dapat tersambung dari ujung utara hingga ujung selatan Pulau Sumatra. Integrasi jaringan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas penumpang, mempercepat distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.Tahap Awal Fokus Banda Aceh-Besitang
Sebagai langkah awal, KAI memprioritaskan pembangunan koneksi jalur kereta api Banda Aceh–Besitang dengan panjang sekitar 478 kilometer. Saat ini, perusahaan masih menyusun desain dasar atau basic design untuk proyek tersebut sebagai bagian dari persiapan pembangunan. Bobby mengungkapkan bahwa kebutuhan investasi untuk keseluruhan proyek Kereta Trans Sumatra diperkirakan mencapai US$ 20 miliar hingga US$ 25 miliar. "Kalau totalnya Sumatera bisa sekitar US$ 20 miliar sampai US$ 25 miliar, sekitar Rp350 triliun dari ujung ke ujung," katanya.Masuk Roadmap Transformasi KAI 2026-2030
Pengembangan jaringan kereta api Sumatra menjadi bagian dari roadmap transformasi korporasi KAI periode 2026-2030. Dalam rencana jangka menengah tersebut, Sumatra ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan infrastruktur perkeretaapian nasional. KAI menargetkan reaktivasi jalur kereta api yang sudah lama tidak beroperasi dengan total panjang sekitar 726 kilometer yang tersebar di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Baca Juga: Jalan Menuju Swasembada Energi Ada di Sektor Transportasi Beberapa lintas yang masuk dalam program reaktivasi antara lain:- Padang Panjang–Bukittinggi
- Sawahlunto
- Naras–Sungai Limau
- Banda Aceh–Sigli–Lhokseumawe
- Langsa–Besitang
KAI Siapkan 1.110 Kilometer Jalur Baru
Selain mengaktifkan kembali jalur lama, KAI juga merencanakan pembangunan sekitar 1.110 kilometer jalur kereta api baru yang telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS). Beberapa koridor baru yang direncanakan meliputi:- Rantau Prapat–Dumai
- Duri–Pekanbaru
- Pekanbaru–Rengat
- Rengat–Jambi
- Kertapati–Tarahan–Bakauheni
- Lubuklinggau–Bengkulu