KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menambah 62 perjalanan kereta api (KA) setiap hari selama masa angkutan mudik Lebaran 2026. Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang pada periode puncak arus mudik dan arus balik. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 22 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 28 Maret 2026.
"Kita memulai masa mudik ini dari tanggal 11 Maret sampai dengan tanggal 4 April. Jumlah hari operasi kita itu ada 22 hari secara totalnya," kata Bobby dalam diskusi publik Mudik Outlook 2026 Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Selasa (27/01/2026).
Baca Juga: KAI: 2.859 Calon Penumpang Terdampak Pembatalan 15 Perjalanan Kereta Untuk mendukung operasional selama periode tersebut, KAI telah menyiapkan lebih dari 2.700 sarana perkeretaapian.
Potongan Harga Tiket
Dalam rangka meningkatkan minat masyarakat menggunakan KA, KAI juga menyiapkan program potongan harga tiket selama angkutan Lebaran 2026. Pola diskon yang diterapkan disebut mengacu pada kebijakan yang telah dijalankan pada periode Natal dan tahun baru sebesar 30 persen untuk KA jarak jauh ekonomi. "Kita di angkutan Lebaran ini mengalokasikan 1,2 juta tempat duduk yang nantinya itu mengikuti pola sebelumnya," kata Bobby. Selain itu, KAI juga tengah mempersiapkan program angkutan motor gratis. Untuk itu, KAI menyiapkan teknisnya dan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mempersiapkan sarana, prasarana, dan segala sesuatunya untuk angkutan motor gratis.
Antisipasi Banjir di Rel
Selain menambah perjalanan kereta, KAI juga melakukan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan perjalanan, khususnya akibat banjir, longsor, dan rob. KAI telah memetakan sejumlah wilayah yang masuk dalam kategori Daerah Dalam Pengawasan Khusus atau (Gapsus).
Baca Juga: Pemesanan Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Kapan Dibuka? Ia menjelaskan, KAI melakukan dua pendekatan dalam mitigasi risiko tersebut. Dari sisi teknis, KAI melakukan perbaikan dan peninggian jalur rel di sejumlah titik yang secara tahunan rawan banjir atau rob. "Ada yang kita angkat 15 sentimeter, ada 20 sentimeter, ada 30 sentimeter. Bahkan yang kemarin di Pekalongan, kita mengangkat sampai dengan 50 sentimeter sepanjang 600 meter," jelasnya. Sementara dari sisi nonteknis, KAI menempatkan lebih dari 1.100 petugas tambahan pada masa angkutan Lebaran. Petugas ini ditugaskan untuk memantau daerah-daerah dalam pengawasan khusus.
"Jika terjadi sesuatu di sana, maka petugas-petugas inilah yang akan melakukan prediksi berapa lama service atau operation recovery. Nah dengan demikian kami bisa mengatur ulang kembali perjalanan kereta," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News