Kaki Melepuh Jadi Kasus Khas Jamaah di Madinah, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kasus kaki melepuh menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang paling sering dialami jamaah haji Indonesia selama berada di Madinah. Kondisi ini bahkan disebut sebagai kasus khas yang kerap berulang setiap musim haji, terutama pada masa awal kedatangan jamaah.

Pasalnya, berbeda dengan Masjidil Haram yang memiliki lantai relatif lebih ramah bagi kaki, permukaan di Masjid Nabawi cenderung lebih panas, sehingga berisiko menyebabkan kaki melepuh jika jamaah berjalan tanpa alas kaki.

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr. Enny Nuryanti, mengungkapkan bahwa banyak jamaah mengalami kaki melepuh akibat kebiasaan berjalan tanpa alas kaki setelah keluar dari Masjid Nabawi.


Baca Juga: Menhaj Pastikan Kloter Pertama Jamaah Haji Siap Berangkat Besok

Menurutnya, kejadian ini umumnya bermula ketika jamaah menitipkan sandal atau alas kaki di luar masjid, namun kemudian lupa lokasi penyimpanan atau kehilangan. Akibatnya, jamaah terpaksa berjalan tanpa alas kaki di area yang panas, sehingga memicu luka melepuh.

“Nah itu biasanya ini terjadi kaki melepuh khas itu biasanya di Madinah,” tutur Enny saat ditemui di KKHI Madinah, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, kasus kaki melepuh masuk dalam kategori kondisi sedang atau kuning dalam sistem triase pelayanan kesehatan haji. Artinya, jamaah yang mengalami kondisi ini umumnya perlu mendapatkan penanganan lanjutan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) jika tidak membaik di tingkat sektor.

Selain kaki melepuh, gangguan kesehatan lain yang cukup dominan adalah penyakit saluran pernapasan. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang tidak tertangani dengan baik dapat berkembang menjadi pneumonia dan membutuhkan penanganan lebih serius.

Untuk mencegah berbagai gangguan kesehatan tersebut, petugas kesehatan mengimbau jamaah agar lebih disiplin menjaga kondisi tubuh selama beribadah di Tanah Suci. Salah satu langkah sederhana namun penting adalah selalu menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat menuju dan pulang dari masjid.

Jamaah juga disarankan membawa kantong plastik untuk menyimpan sandal atau sepatu agar dapat dibawa masuk ke dalam area masjid. Dengan cara ini, risiko kehilangan alas kaki dapat diminimalkan.

Baca Juga: KKHI Madinah Siaga 24 Jam, Antisipasi Kebutuhan Kesehatan Jemaah Haji

Selain itu, jamaah diingatkan untuk menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum secara teratur, tidak menunggu hingga merasa haus. Pola minum yang dianjurkan adalah sedikit tetapi sering, guna mencegah dehidrasi yang juga menjadi salah satu risiko kesehatan utama selama musim haji.

“Jangan tunggu haus, dan bila memungkinkan bisa juga ditambah oralit,” ungkapnya.

Istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, serta penggunaan alat pelindung diri seperti topi, masker, dan pelembap kulit juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah. Jamaah pun disarankan beristirahat setidaknya 6 hingga 8 jam per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News