KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (
KLBF) menyiapkan sejumlah strategi bisnis pada 2026 dengan mengandalkan penguatan di seluruh lini usaha, mulai dari obat resep, produk konsumen, nutrisi, hingga distribusi dan logistik. Head External & Stakeholders Relation PT Kalbe Farma Tbk, Hari Nugroho mengatakan target pertumbuhan tahun ini akan didorong oleh strategi yang berbeda di masing-masing divisi bisnis. “Strategi dan target pertumbuhan 2026 tentunya akan didorong oleh seluruh divisi dengan masing-masing strateginya. Di divisi obat resep, kami akan terus fokus pada produk
specialty serta tetap mendukung program JKN," ujar Hari kepada Kontan, Rabu (11/3).
Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Optimistis Prospek Bisnis 2026, Andalkan Inovasi dan Ekspansi Sedangkan, di divisi produk konsumen, kami akan fokus pada kategori preventif dan non-kuratif. Di divisi nutrisi, kami akan fokus pada kategori produk likuid dan lifestyle. "Di divisi distribusi dan logistik, kami akan fokus pada pengembangan alat kesehatan serta prinsipal baru,” ujar Hari. Menurutnya, Kalbe juga berharap pemulihan daya beli masyarakat dapat berlanjut secara bertahap sepanjang tahun ini.
Meski demikian, volatilitas nilai tukar masih menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi biaya bahan baku industri farmasi. Untuk mengurangi dampak tersebut, perusahaan telah melakukan penyesuaian skema pembayaran bahan baku aktif farmasi atau active pharmaceutical ingredient (API). “Volatilitas nilai tukar juga dapat mempengaruhi biaya bahan baku, namun Kalbe sudah melakukan shifting pembayaran bahan baku API ke renminbi dari sebelumnya menggunakan dolar AS sehingga sensitivitas terhadap pergerakan nilai tukar lebih membaik,” jelasnya.
Baca Juga: Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback Di sisi operasional, Kalbe menempatkan ketersediaan bahan baku sebagai salah satu fokus utama guna menjaga keberlanjutan produksi di seluruh lini bisnis. Perseroan juga menerapkan kebijakan
multi-sourcing vendor untuk memastikan pasokan bahan baku tetap terjaga. Selain penguatan pasar domestik, PT Kalbe Farma Tbk juga akan memperluas penetrasi pasar internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Hari menyebutkan, perusahaan akan memperkuat kehadiran di sejumlah negara ASEAN, termasuk mengembangkan jejak bisnis di Thailand setelah mengakuisisi Alliance Pharma.
Baca Juga: Kinerja Diprediksi Makin Membaik, Simak Rekomendasi Saham Kalbe Farma (KLBF) "Kalbe akan fokus melakukan penetrasi di negara tertentu, misalnya ASEAN, termasuk mengembangkan
footprint di pasar Thailand setelah akuisisi Alliance Pharma," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News