Kalbe Farma merambah pasar India dan Taiwan



JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk berencana melebarkan jangkauan pasar ekspor. Emiten berkode saham KLBF ini sedang berusaha menembus dua negara tujuan ekspor baru yaitu India dan Taiwan.

Johannes Setijono, Presiden Komisaris Kalbe menuturkan, perusahaan sedang mengajukan registrasi satu produk dari jenis biothec agar bisa diekspor ke dua negara itu. Kalbe telah mengajukan registrasi produk ke India dan Taiwan sejak setahun lalu.

Respon pemerintah dari dua negara pun positif. Namun, proses registrasi produk farmasi membutuhkan waktu lama. "Kami optimis bisa mulai mengekspor minimal satu produk ke India dan Taiwan minimal dua tahun lagi," kata Johannes.


Kalbe memandang dua negara tersebut memiliki prospek yang bagus sebagai tujuan ekspor. Sebelumnya, Kalbe telah mengekspor ke beberapa negara Asia Tenggara (ASEAN) seperti Filipina, Singapura, dan Malaysia.

Agar kompetitif dan lebih cepat proses registrasi, Kalbe harus menawarkan produk yang lebih inovatif. Namun, manajemen masih enggan menyebut target nilai ekspor dari India dan Taiwan.

Penjualan ekspor sudah memberikan kontribusi cukup besar. Sumbangan dari ekspor Filipina dari produk Extra Joss US$ 4 juta hingga US$ 5 juta per tahun.

Tahun ini, Kalbe juga ekspor susu Diabetasol. Kalbe berharap dari produk ini penjualan di Filipina tahun ini bisa naik 20% - 30%.

Kalbe juga berniat membangun perusahaan lokal di Vietnam. Mereka mengaku sedang mencari calon mitra lokal untuk kerjasama patungan atau joint venture (JV) pembangunan pabrik.

Manajemen ingin dengan sistem ini ekspansi mereka bisa cepat terlaksana. Ada beberapa kriteria mitra yang diinginkan Kalbe. Salah satunya, Kalbe ingin menjadi pemegang mayoritas di perusahaan joint venture.

Rencananya, pabrik di Vietnam akan memproduksi obat yang sudah dihasilkan di Indonesia. Namun sampai saat ini, manajemen mengaku sedang menghitung kebutuhan dananya.

Tahun ini, Kalbe Farma menargetkan penjualan luar negeri bisa mencapai US$ 50 juta. "Kami optimis bisa mencapai target itu karena sampai sekarang sudah tercapai separuhnya," ungkap Johannes.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Avanty Nurdiana