JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) mengundang investor berinvetasi ke Kalimantan Utara (Kaltara). Daerah ini akan dikembangkan menjadi kawasan pangan untuk tambahan produksi padi dan jagung.Kemtan optimistis dapat mengembangkan kawasan ini memproduksi jagung sebesar 66.364 ton dan jagung 1,01 juta ton. Menurut hitungan Kemtan, untuk menjadikan Kaltara sebagai pusat produksi pangan dibutuhkan investasi sebesar Rp 1,38 triliun. Namun pemerintah tidak sanggup bila menanggung semua investasi sebesar itu.Sejauh ini, pemerintah baru bisa berkontribusi sektiar Rp 578,3 miliar atau 42% dari total investasi yang dibutuhkan. Itu sebabnya pemerintah mengudang agar swasta memenuhi kebutuhan sisanya yang 58% lagi atau sebesar Rp 799 miliar.
Kaltara akan dijadikan sentra produsen pangan
JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) mengundang investor berinvetasi ke Kalimantan Utara (Kaltara). Daerah ini akan dikembangkan menjadi kawasan pangan untuk tambahan produksi padi dan jagung.Kemtan optimistis dapat mengembangkan kawasan ini memproduksi jagung sebesar 66.364 ton dan jagung 1,01 juta ton. Menurut hitungan Kemtan, untuk menjadikan Kaltara sebagai pusat produksi pangan dibutuhkan investasi sebesar Rp 1,38 triliun. Namun pemerintah tidak sanggup bila menanggung semua investasi sebesar itu.Sejauh ini, pemerintah baru bisa berkontribusi sektiar Rp 578,3 miliar atau 42% dari total investasi yang dibutuhkan. Itu sebabnya pemerintah mengudang agar swasta memenuhi kebutuhan sisanya yang 58% lagi atau sebesar Rp 799 miliar.