Kendati asli dari daratan Amerika Tengah, bunga kamboja atau Plumeria rubra L.cv. Acutifolia ini bisa berkembang baik di Indonesia. Namun, tidak semua daerah cocok ditanami kamboja. Ubaidillah, petani kamboja di Tangerang, Banten bilang, kamboja hanya cocok dikembangkan di daerah bersuhu panas. "Kalau suhu udaranya panas dia lebih cepat berbunga," jelas pria yang akrab disapa Ubay ini. Menurut Ubay, bibit kamboja bisa dikembangkan dengan sistem setek atau menanam batang. Untuk mendapatkan hasil yang bagus pilihlah batang yang sudah tua dengan panjang sekitar 50 centimeter (cm).
Sebelum disetek, batang yang akan disetek dibersihkan dulu dari daun-daun. Setelah itu batang dipotong lalu dioleskan zat perangsang akar pada bekas potongan. Tujuannya agar batang dapat menumbuhkan akar dengan cepat. Nah, sebagai media tanamnya, Anda bisa menggunakan polibag ataupun tanah pekarangan. Usahakan pilih tanah yang gembur untuk memaksimalkan pertumbuhannya. Sedangkan soal pupuk, sebaiknya Anda memakai pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan. "Kamboja cocok ditanam di segala jenis tanah," ujarnya. Batang yang baru disetek tadi biarkan dalam media yang sedikit lembab. "Setelah beberapa lama akar akan muncul diikuti dengan tumbuhnya tunas," katanya. Bila ingin akar lebih cepat tumbuh, Anda dapat memilih batang yang sudah ada mata tunas. Ubay menjelaskan, dalam waktu sebulan, tanaman yang disetek tadi sudah bisa dijual. Selama ini Ubay hanya menjual bibit bunga Kamboja. Iwan Susanto, petani kamboja dari Trenggalek, Jawa Timur bilang, kamboja lebih cocok dikembangkan di daerah perkotaan yang umumnya berhawa panas. Sementara di daerah pedesaan yang berhawa sejuk, tanaman ini kurang berkembang. Kamboja juga harus terkena matahari langsung supaya tumbuh maksimal.
Menurut Iwan, bila Anda menanam kamboja dalam jumlah banyak di satu lahan, sebaiknya beri jarak sekitar lima meter antar tanaman . Tujuannya, agar bunga yang dihasilkan tidak saling bergesekan. Nah, untuk merawat tanaman, lakukan penyiraman setiap hari di musim kemarau. Bila sedang musim hujan, tidak perlu disiram setiap hari. Sedangkan pemupukan, harus rutin dilakukan minimal sekali dalam sebulan. Selama ini Iwan memilih pupuk kimia atau NPK karena lebih cepat merangsang pertumbuhan tanaman. Waktu yang dibutuhkan sampai panen sekitar dua sampai tiga tahun. Tapi bila Anda menggunakan batang yang sudah bermata tunas, waktunya hanya setahun. (Selesai) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News