BANGKOK. Pemerintah Kamboja menegaskan akan menghadiri Joint Boundary Commission (JBC) bila digelar di Indonesia. Menteri Luar Negeri Kamboja Hor Namhong telah menyatakan dia akan datang menghadiri mediasi tersebut bila dilakukan di Bogor pada akhir pekan ini.Hor Namhong menyatakan keinginan pemerintahnya itu lewat sepucuk surat kepada Menteri Luar Negeri Thailand Kasit Piromya. Surat itu dikirimkan Senin (4/4) lalu.Hor Namhong mengingatkan Kasit bahwa kedua negara telah menerima undangan dan proposal damai dari Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa untuk pertemuan JBC. "Sehingga, saya ingin memperjelas, Kamboja tidak akan pernah mendatangi pertemuan apa pun kecuali yang diadakan dan digelar Indonesia, " kata Hor Namhong.JBC adalah mekanisme bilateral untuk menyelesaikan sengketa perbatasan antara Kamboja dengan Thailand. Kedua negara secara bergantian menggelar JBC. Pertemuan JBC sebelumnya digelar di Phnom Penh pada April 2009 silam. Maka selanjutnya, giliran Thailand menggelar JBC tersebut.Namun, Indonesia sebagai ketua ASEAN, mulai terlibat setelah terjadi aksi tembak-tembakan di perbatasan kedua negara pada Februari lalu. Phnom Penh lantas meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar rapat darurat untuk melakukan gencatan senjata secara permanen di daerah perbatasan.PBB lalu meminta ASEAN mengimplementasi rencana perdamaian dan mendesak konflik kedua negara lewat mekanisme pembicaraan bilateral. Pemerintah Indonesia lalu memediasi kedua negara tersebut.Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan pertemuan JBC hanya antara Thailand dengan Kamboja. Menurut Thailand, Indonesia hanya menyediakan tempat untuk mendiskusikan masalah perbatasan. Kementerian Luar Negeri Thailand tidak setuju ada pihak ketiga yang menghadiri pertemuan tersebut.Panglima Besar Thailand Songkitti Jaggabatara menegaskan, Thailand dan Kamboja secara tradisi menggelar pertemuan JBC. Dia mengatakan, Thailand tidak melihat poin dalam pertemuan yang digelar di Indonesia.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Kamboja ingin pertemuan JBC digelar di Indonesia
BANGKOK. Pemerintah Kamboja menegaskan akan menghadiri Joint Boundary Commission (JBC) bila digelar di Indonesia. Menteri Luar Negeri Kamboja Hor Namhong telah menyatakan dia akan datang menghadiri mediasi tersebut bila dilakukan di Bogor pada akhir pekan ini.Hor Namhong menyatakan keinginan pemerintahnya itu lewat sepucuk surat kepada Menteri Luar Negeri Thailand Kasit Piromya. Surat itu dikirimkan Senin (4/4) lalu.Hor Namhong mengingatkan Kasit bahwa kedua negara telah menerima undangan dan proposal damai dari Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa untuk pertemuan JBC. "Sehingga, saya ingin memperjelas, Kamboja tidak akan pernah mendatangi pertemuan apa pun kecuali yang diadakan dan digelar Indonesia, " kata Hor Namhong.JBC adalah mekanisme bilateral untuk menyelesaikan sengketa perbatasan antara Kamboja dengan Thailand. Kedua negara secara bergantian menggelar JBC. Pertemuan JBC sebelumnya digelar di Phnom Penh pada April 2009 silam. Maka selanjutnya, giliran Thailand menggelar JBC tersebut.Namun, Indonesia sebagai ketua ASEAN, mulai terlibat setelah terjadi aksi tembak-tembakan di perbatasan kedua negara pada Februari lalu. Phnom Penh lantas meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar rapat darurat untuk melakukan gencatan senjata secara permanen di daerah perbatasan.PBB lalu meminta ASEAN mengimplementasi rencana perdamaian dan mendesak konflik kedua negara lewat mekanisme pembicaraan bilateral. Pemerintah Indonesia lalu memediasi kedua negara tersebut.Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan pertemuan JBC hanya antara Thailand dengan Kamboja. Menurut Thailand, Indonesia hanya menyediakan tempat untuk mendiskusikan masalah perbatasan. Kementerian Luar Negeri Thailand tidak setuju ada pihak ketiga yang menghadiri pertemuan tersebut.Panglima Besar Thailand Songkitti Jaggabatara menegaskan, Thailand dan Kamboja secara tradisi menggelar pertemuan JBC. Dia mengatakan, Thailand tidak melihat poin dalam pertemuan yang digelar di Indonesia.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News