KONTAN.CO.ID - ST. PETERSBURG. Di tengah sorotan dunia terhadap konflik Rusia-Ukraina, sejumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Rusia mengaku tetap merasa aman menjalani aktivitas sehari-hari. Selain faktor keamanan, biaya hidup yang relatif murah dan banyaknya program beasiswa menjadi daya tarik utama bagi pelajar Indonesia. Selama kunjungan ke Moskow, Tomsk, dan St. Petersburg,
Tribunnews.com menemukan kehidupan masyarakat berjalan normal tanpa tanda-tanda gangguan akibat konflik yang berlangsung jauh dari pusat-pusat pendidikan.
"Di sini aman-aman saja. Rusia sangat luas, kalau ada konflik letaknya jauh dari kota-kota yang kami tinggali," ujar seorang mahasiswa Indonesia di Rusia.
Baca Juga: Akhiri Lawatan Rusia-Prancis, Prabowo Tiba di Tanah Air Biaya hidup mahasiswa di Rusia juga tergolong terjangkau. I Komang Arya, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Negeri St. Petersburg, memperkirakan kebutuhan hidup mahasiswa berkisar Rp2 juta-Rp3 juta per bulan. "Sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta per bulan masih cukup kalau tidak boros," kata Komang. Biaya tempat tinggal menjadi salah satu faktor yang membuat pengeluaran mahasiswa lebih ringan. Universitas Pertambangan Empress Catherine II St. Petersburg, misalnya, menyediakan asrama dengan tarif 2.000-10.000 rubel atau sekitar Rp500 ribu-Rp2,5 juta per bulan. Fasilitasnya mencakup kamar tidur, dapur, internet, ruang belajar hingga pusat kebugaran. Kondisi serupa ditemukan di Kota Tomsk. Abdurrahman Nabil H, mahasiswa Advertising dan Public Relations Universitas Negeri Tomsk, mengaku hanya mengeluarkan sekitar Rp1,5 juta-Rp2 juta per bulan untuk kebutuhan sehari-hari karena sebagian besar mahasiswa memilih memasak sendiri. "Biasanya kami habiskan sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per bulan untuk kebutuhan hidup," ujarnya.
Baca Juga: Langkah Tak Terduga Prabowo: Terbang 12 Jam Temui Putin di Rusia Mahasiswa Indonesia lainnya, Putra, menyebut biaya hidup di Rusia relatif lebih murah dibanding sejumlah negara Eropa. "Sebulan sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta, sementara biaya lainnya ditanggung beasiswa," katanya. Selain biaya yang kompetitif, kampus-kampus Rusia menawarkan fasilitas pendidikan dan riset berstandar internasional.
Universitas Pertambangan Empress Catherine II yang berdiri sejak 1773 merupakan salah satu universitas teknik tertua di dunia, sementara Universitas Negeri St. Petersburg menyediakan lebih dari 600 program studi dari jenjang sarjana hingga doktoral. Kombinasi biaya hidup yang terjangkau, dukungan beasiswa, serta kualitas pendidikan yang diakui dunia menjadikan Rusia semakin menarik sebagai tujuan studi bagi mahasiswa Indonesia. Sumber:
https://m.tribunnews.com/amp/nasional/7835194/menghitung-biaya-kuliah-di-rusia-lebih-murah-dari-jakarta?page=all Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News