Kanada Kehilangan 41.700 Pekerjaan, Tarif Trump 50% Mulai Menghantui



KONTAN.CO.ID - OTTAWA. Kanada kehilangan 41.700 pekerjaan pada Agustus 2026. Penurunan ini menunjukkan perlambatan tajam setelah pasar tenaga kerja sempat mencatat pertumbuhan yang kuat selama musim panas. Meski demikian, tingkat pengangguran tetap bertahan di 6,4%.

Data tersebut menjadi laporan ketenagakerjaan terakhir Kanada sebelum dampak tarif baru sebesar 50% yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai terasa terhadap perekonomian.

Tarif tersebut hanya mencakup sebagian relatif kecil dari ekspor Kanada. Namun, kebijakan itu terkonsentrasi pada sektor-sektor yang rentan, termasuk produk kayu, sehingga meningkatkan risiko momentum pasar tenaga kerja Kanada kembali melemah.


Baca Juga: Investigasi A320 Air India: Kehilangan Tekanan Hidrolik, 24 Orang Terluka

"Kenaikan ketegangan perdagangan antara Kanada dan AS membuka kemungkinan gelombang PHK lainnya di sektor-sektor yang terpapar perdagangan," kata Royce Mendes, kepala strategi makro di Desjardins.

Menurut Mendes, hubungan perdagangan kedua negara masih menjadi risiko penurunan utama terhadap proyeksi ekonomi Kanada.

Hasil tersebut juga jauh di bawah ekspektasi pasar. Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan Kanada akan menambah sekitar 15.000 pekerjaan pada Agustus, setelah mencatat penambahan 75.100 pekerjaan pada Juli. Sementara itu, tingkat pengangguran 6,4% sesuai dengan perkiraan analis.

Statistics Canada mencatat, sebagian besar penurunan lapangan kerja pada Agustus terjadi pada pekerjaan penuh waktu. Jumlah pekerjaan penuh waktu menyusut 35.900 posisi, sedangkan pekerjaan paruh waktu berkurang 5.800 posisi.

Data ketenagakerjaan dalam beberapa bulan terakhir juga dinilai mendapat dorongan dari faktor-faktor sementara, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan sensus serta pekerjaan yang terkait dengan penyelenggaraan Piala Dunia sepak bola.

Kedua faktor tersebut turut mendorong penambahan sekitar 181.000 pekerjaan sepanjang April hingga Juli.

Pertumbuhan lapangan kerja juga terjadi ketika perekonomian Kanada menunjukkan ketahanan yang lebih baik dari perkiraan meski telah menghadapi pembatasan perdagangan AS selama lebih dari 18 bulan. Sejauh ini, gelombang PHK besar-besaran belum terjadi.

Namun, serangkaian tarif baru AS dan tindakan pembalasan Kanada yang mulai berlaku pada awal pekan depan diperkirakan akan mengikis momentum tersebut.

Baca Juga: Jika Fed Tak Pangkas Suku Bunga, Trump Ancam Stop Perdagangan dengan Sejumlah Negara

Sektor-sektor yang menghasilkan jasa, seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dan keuangan, menjadi penyumbang terbesar penurunan lapangan kerja pada Agustus.

Sektor tersebut kehilangan 51.500 pekerjaan pada bulan tersebut. Penurunan terutama terjadi pada sektor jasa bisnis, bangunan dan layanan pendukung, serta perdagangan grosir dan ritel.

Meski lapangan kerja menurun, tingkat pengangguran Kanada tetap berada pada level terendah dalam dua tahun, yakni 6,4%.

Pertumbuhan angkatan kerja yang melambat akibat pengetatan aturan imigrasi serta populasi tenaga kerja yang semakin menua turut menahan tingkat pengangguran dalam beberapa bulan terakhir.

Jumlah angkatan kerja Kanada mencapai 22,63 juta orang pada Agustus, turun untuk pertama kalinya sejak Februari.

Sementara itu, tingkat pengangguran kaum muda meningkat 0,3 poin persentase menjadi 12,9% pada Agustus. Kenaikan tersebut membalikkan tren penurunan pengangguran kaum muda yang terjadi sejak April hingga Juli.

Tekanan terhadap pasar tenaga kerja juga terlihat dari pertumbuhan upah. Pertumbuhan rata-rata upah per jam pekerja tetap, yang menjadi salah satu indikator tekanan inflasi, melambat menjadi 2% pada Agustus dari 3% pada Juli.

Angka tersebut merupakan pertumbuhan upah terendah dalam lebih dari tujuh tahun di luar periode pandemi.

"Penurunan tajam lapangan kerja sebesar 41.700 pada Agustus dan perlambatan lebih lanjut dalam pertumbuhan upah menentang gagasan bahwa perekonomian telah secara meyakinkan berbelok ke arah yang lebih baik," kata Thomas Ryan, ekonom senior Amerika Utara di Capital Economics.

Baca Juga: Aktivitas Konstruksi Inggris Makin Tertekan, Kontraksi 20 Bulan Berturut-Turut

Setelah rilis data ketenagakerjaan tersebut, dolar Kanada melemah 0,51% menjadi C$ 1,3860 per dolar AS atau sekitar 72,15 sen AS.

Imbal hasil obligasi pemerintah Kanada bertenor dua tahun menguat 1,3 basis poin menjadi 2,469%.