Kans penguatan harga tembaga terbatas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor properti di China yang sedikit membaik mengerek harga tembaga pada akhir pekan lalu. Penguatan harga tembaga masih berpeluang terjadi pada pekan ini, meski terbatas.

Mengutip Bloomberg, Jumat (20/11), tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik tipis 0,59% ke level US$ 6.777 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Meski, dalam sepekan harga tembaga turun 1,71%.

Research & Analyst Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto mengatakan, China memegang pengaruh besar terhadap pergerakan harga tembaga, karena negara ini menjadi konsumen terbesar komoditas seperti tembaga.


"Kondisi yang terjadi di China biasanya langsung direspon pelaku pasar komoditas, termasuk laporan yang mengatakan pasar properti di China tumbuh, meski tidak terlalu signifikan," kata Andri, Senin (20/11). Dilaporkan rata-rata harga rumah di China per Oktober 2017 naik 0,3% secara month-on-month (mom).

Selain itu, menurut Andri, kondisi indeks dollar AS yang sempat melemah pada akhir pekan lalu memberi kesempatan bagi pelaku pasar komoditas untuk berspekualsi. "Transaksi komoditas dalam satuan dollar, sehingga kalau dollar melemah harga komoditas bisa naik, maka wajar harga tembaga naik," paparnya.

Lanjut Andri, pekan ini, pergerakan harga tembaga masih akan dipengaruhi sentimen data China dan dollar AS. Hanya saja, prospek harga tembaga dalam jangka pendek atau hingga akhir tahun ini, rentan terkoreksi.

Penguatan harga terbatas, karena dollar AS kemungkinan akan kembali menguat karena ada peluang kenaikan Fed Fund Rate.

Andri memproyeksikan harga tembaga, besok, bergerak di rentang US$ 6.745-US$ 6.850 per metrik ton. Sementara, sepekan harganya bakal bergulir antara US$ 6.720-US$ 6.890 per metrik ton.

Secara teknikal, Andri merekomendasikan beli karena harga berada di moving average (MA) 50, 100, dan 200. Sementara, relative strength index (RSI) berada di level 46,7 netral dan stochastic berada di level 28,5 mengindikasikan sinyal jual. Moving average convergence divergence mengindikasikan sinyal beli di level 5.600.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini