Kantongi Restu RUPS, FUTR Tancap Gas Garap Proyek EBT



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) mempercepat ekspansi ke sektor energi baru terbarukan (EBT) dengan membidik sejumlah proyek strategis. Rencana itu didukung persetujuan pemegang saham atas perubahan status FUTR menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Persetujuan tersebut dikantongi manajemem FUTR dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa yang diselenggarakan pada 30 Juni 2026.

Presiden Direktur Futura Energi Global Anggara Suryawan mengatakan perubahan status tersebut menjadi fondasi untuk menjalankan strategi bisnis baru yang berfokus pada pengembangan proyek energi hijau di Indonesia.


Baca Juga: Strategi Ciputra Development (CTRA) di Tengah Lesunya Pasar Properti

"RUPS juga memberikan kewenangan kepada Direksi untuk menindaklanjuti seluruh proses perubahan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku," kata Anggara dalam keterangan resmi, Jumat (3/7).

FUTR akan mengembangkan lima lini bisnis, yakni panas bumi, pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga minihidro, perdagangan karbon, serta pusat data berbasis energi hijau.

Menurut Anggara, prospek industri energi terbarukan masih terbuka lebar seiring target pemerintah mencapai Net Zero Emission 2060 dan implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034.

"Kami akan memanfaatkan peluang tersebut dengan memperkuat kemitraan bersama mitra lokal maupun internasional, sekaligus mengembangkan proyek-proyek yang memiliki nilai tambah bagi perusahaan dan pemegang saham," ujarnya.

Saat ini, FUTR tengah mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 130 megawatt di Bali melalui kerja sama dengan Zhejiang Energy PV-Tech Co. Ltd. dan PT Hypec International.

Selain itu, pemegang saham pengendali FUTR, PT Aurora Dhana Nusantara, telah memiliki aset panas bumi melalui PT Sejahtera Alam Energy yang mengantongi Power Purchase Agreement (PPA) berkapasitas 220 megawatt dengan nilai investasi sekitar US $80 juta.

Ke depan, FUTR juga mengikuti sejumlah proses tender dan penjajakan proyek energi terbarukan dengan kapasitas indikatif mencapai 100 megawatt panas bumi, 100 megawatt PLTS, serta 150 megawatt pembangkit listrik tenaga minihidro.

Anggara bilang strategi tersebut akan ditopang penguatan kemitraan dengan mitra domestik maupun internasional dan dapat memperluas portofolio proyek sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Baca Juga: Bittime: Prospek Pasar Kripto Semester II 2026 Masih Penuh Tantangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News