Kantongi WK Baru di Andaman, Mubadala Energy Bidik Produksi Gas Sebelum 2028



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan energi internasional Mubadala Energy memperoleh Wilayah Kerja (WK) eksplorasi Southwest Andaman melalui skema Kontrak Kerja Sama (KKS) gross split.

Perolehan ini memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu operator eksplorasi paling aktif di cekungan gas laut dalam Andaman, Indonesia.

WK Southwest Andaman diberikan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) sebagai bagian dari lelang wilayah kerja migas tahap II tahun 2025. Dalam blok ini, Mubadala Energy memegang 100% hak partisipasi sekaligus bertindak sebagai operator.


Baca Juga: Pemangkasan Pasokan Saudi Aramco ke Asia Berpotensi Tekan Pengadaan Minyak RI

Blok baru tersebut berada berdekatan dengan portofolio Andaman milik Mubadala Energy yang telah ada sebelumnya, yakni WK South Andaman, Central Andaman, dan Andaman II. Dengan tambahan ini, perusahaan semakin memperluas pijakan eksplorasi di kawasan yang dinilai memiliki potensi sumber daya gas besar.

Managing Director dan Chief Executive Officer Mubadala Energy Mansoor Mohamed Al Hamed mengatakan perolehan WK Southwest Andaman mencerminkan keyakinan teknis perusahaan serta keahlian dalam eksplorasi laut dalam.

Menurutnya, perusahaan telah memiliki pemahaman geologi yang kuat terhadap cekungan Andaman, termasuk rangkaian temuan gas besar di sumur Layaran, Tangkulo, dan Timpan.

“Kami berkomitmen penuh untuk membuka potensi gas di kawasan ini yang sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan serta mendukung prioritas ketahanan energi Indonesia,” ujar Mansoor dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).

Secara geologi, area Southwest Andaman merupakan kelanjutan dari play Bampo DHI yang telah terbukti menghasilkan temuan gas signifikan. Keberhasilan pengeboran sebelumnya di sumur Layaran-1 dan Tangkulo-1 menjadi dasar optimisme perusahaan terhadap prospek eksplorasi lanjutan.

Mubadala Energy menargetkan produksi gas pertama dari portofolio Andaman dapat terealisasi sebelum akhir 2028. Adapun pengeboran eksplorasi awal di WK Southwest Andaman direncanakan pada fase eksplorasi kedua, yakni pada tahun keempat hingga keenam masa kontrak, setelah akuisisi dan interpretasi data seismik 3D terbaru selesai dilakukan.

President Director Mubadala Energy Indonesia Abdulla Bu Ali menilai perolehan blok baru ini menunjukkan kepercayaan berkelanjutan pemerintah terhadap perusahaan sebagai mitra strategis jangka panjang di sektor hulu migas.

Menurutnya, pengembangan WK Southwest Andaman akan dilakukan melalui kolaborasi erat dengan Ditjen Migas, SKK Migas, serta para pemangku kepentingan lainnya guna memaksimalkan manfaat ekonomi dan ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Bandingkan dengan Negara Tetangga, Bahlil Pastikan Indonesia Tidak Krisis Energi

Dengan tambahan blok baru ini, portofolio Andaman Mubadala Energy kini mencakup lima wilayah kerja, yaitu South Andaman, Central Andaman, Andaman I, Andaman II, dan Southwest Andaman. Secara keseluruhan, perusahaan telah menemukan sumber daya gas multi-triliun kaki kubik (multi-TCF) di kawasan tersebut dan terus mengembangkan prospek eksplorasi berkualitas tinggi.

Sebagai informasi, Mubadala Energy merupakan anak usaha Mubadala Investment Company milik Pemerintah Abu Dhabi. Perusahaan memiliki portofolio energi terdiversifikasi di 11 negara dengan komposisi aset sekitar 70% gas serta rata-rata working interest produksi mencapai sekitar 450.000 barel setara minyak per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News