Jumlah Kantor Cabang Bank Menyusut di Tengah Percepatan Digitalisasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transformasi digital perbankan mulai tercermin pada perubahan jaringan kantor bank umum di Indonesia. Seiring meningkatnya penggunaan layanan digital, sejumlah bank melakukan penyesuaian terhadap jumlah maupun fungsi kantor cabang untuk menjaga efisiensi sekaligus memenuhi kebutuhan nasabah.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di website resminya, jumlah kantor bank umum tercatat sebanyak 3.447 unit pada Januari 2026. Enam bulan berselang, jumlah tersebut turun menjadi 3.398 unit.

Dengan demikian, terdapat pengurangan 49 kantor bank umum sepanjang semester I 2026. Secara persentase, jumlah jaringan kantor tersebut menyusut sekitar 1,42%.


Penurunan jaringan kantor bank terjadi di tengah perubahan pola transaksi nasabah yang semakin mengandalkan layanan perbankan digital. Kondisi ini mendorong perbankan untuk mengevaluasi kembali keberadaan jaringan fisik, termasuk fungsi kantor cabang yang masih dibutuhkan nasabah.

Baca Juga: Transaksi Digital Perbankan Masih Tumbuh Subur

Salah satunya dilakukan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Hingga Juni 2026, Maybank Indonesia mencatat memiliki 266 kantor cabang, turun dibandingkan 282 cabang pada Juni 2025.

Jaringan tersebut mencakup cabang syariah serta satu kantor cabang di luar negeri yang berlokasi di Mumbai, India.

Direktur Operations Maybank Indonesia Widya Permana mengatakan, perubahan jumlah cabang tidak terlepas dari perkembangan teknologi serta perubahan perilaku nasabah dalam mengakses layanan perbankan.

“Pasti kira-kira cabang itu turun tapi jumlahnya tidak terlalu banyak turunnya. Tapi menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah, dengan teknologi yang terus berkembang dengan pesat,” ujar Widya di Kantor Cabang Maybank Thamrin, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Menurut Widya, fungsi kantor cabang saat ini semakin diarahkan pada layanan advisory yang memberikan nilai tambah bagi nasabah. Cabang dapat menjadi tempat nasabah berdiskusi mengenai investasi maupun pilihan produk dan layanan yang dinilai lebih menguntungkan.

Meskipun transaksi perbankan semakin banyak dilakukan melalui kanal digital, keberadaan kantor cabang dinilai masih diperlukan. Sejumlah transaksi masih membutuhkan layanan secara langsung, seperti setor dan tarik tunai serta transaksi menggunakan cek dan giro.

Kebutuhan terhadap layanan fisik juga masih terlihat pada segmen nasabah lanjut usia yang cenderung membutuhkan bantuan dan interaksi langsung ketika menggunakan layanan perbankan.

Efisiensi Jadi Pertimbangan Bank

Direktur IT and Operations KB Bank Yungki Prabowo mengatakan, transformasi digital pada akhirnya akan memengaruhi ukuran sekaligus fungsi kantor cabang perbankan.

Menurutnya, bank perlu menilai keberadaan jaringan cabang berdasarkan aspek efisiensi operasional, bukan hanya mempertahankan jumlah kantor secara fisik.

“Tetapi bagaimana menjalankan operasional bank itu se-efisien mungkin. Untuk apa? Untuk punya revenue yang lebih besar. Jadi pertanyaannya sebenarnya, apakah perlu branch dan seberapa efisien bank ini untuk survive?” ujar Yungki di Kantor KB Bank MT Haryono, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Meneropong Pergerakan Saham Perbankan Kala The Fed Patok Suku Bunga Tinggi

Yungki menambahkan, berbagai fungsi transaksi yang sebelumnya dilakukan di kantor cabang kini telah dapat dialihkan ke kanal digital. Perubahan tersebut membuka peluang bagi bank untuk merancang kantor cabang dengan ukuran yang lebih kecil serta kebutuhan sumber daya yang lebih terbatas.

“Kalau dikatakan suatu hari branch mungkin tidak ada, mungkin iya, mungkin juga tidak,” katanya.

Jaringan Kantor CIMB Niaga Turun, BCA Bertambah

Penyesuaian jaringan kantor juga terjadi di PT Bank CIMB Niaga Tbk. Per Juni 2025, CIMB Niaga memiliki 395 kantor cabang dan jaringan, termasuk 34 Digital Lounge.

Setahun kemudian, jumlah tersebut turun menjadi 383 kantor cabang dan jaringan per Juni 2026. Jumlah Digital Lounge yang dimiliki CIMB Niaga juga turun menjadi 28 unit.

Namun, tren penurunan jaringan kantor tidak terjadi pada seluruh bank. PT Bank Central Asia Tbk (BCA), misalnya, justru mencatat pertumbuhan jaringan kantor.

Pada Juni 2025, BCA didukung oleh 1.264 kantor cabang. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.272 kantor cabang pada Juni 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News