Kantor pusat didatangi polisi, manajemen Home Credit Indonesia angkat bicara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akhir pekan lalu beredar informasi kantor pusat PT Home Credit Indonesia digrebek oleh pihak kepolisian. Pihak berwenang meminta karyawan pulang karena pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kantor itu berlokasi di Plaza Oleos, TB Simatupang, Jakarta Selatan. Padahal Home Credit Indonesia termasuk jenis usaha yang masuk dalam pengecualian pada aturan PSBB. Lantaran berkategori sebagai perusahaan pembiayaan yang tercatat dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengecualitan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.33/2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menanggapi hal ini, manajemen Home Credit Indonesia angkat bicara.


Baca Juga: Home Credit luncurkan campaign pemberdayaan finansial “FUNancial #YangKamuMau”

"Home Credit Indonesia yang dikategorikan dalam perusahaan sektor keuangan mendapat pengecualian dari keharusan penghentian sementara aktivitas bekerja di tempat kerja/kantor. Kendati sebagian kecil karyawan kami masih beraktivitas di kantor guna mendukung teknologi pembayaran dan memberikan perlindungan data pelanggan, sebagian besar karyawan kami telah melakukan pekerjaannya dari rumah (work from home) sejak pertengahan Maret 2020,” Andy Nahil Gultom, Chief External Affairs Home Credit Indonesia kepada Kontan.co.id, Selasa (14/4).

Ia menambahkan, hal itulah yang didapati pihak kepolisian Sabtu (11/4) lalu. Seluruh kegiatan perkantoran yang masih dijalankan Home Credit Indonesia telah memenuhi prosedur yang dipersyaratkan Pemerintah DKI Jakarta dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

“Dapat kami yakinkan bahwa tidak ada pelanggaran yang terjadi. Setiap karyawan kami yang memenuhi aturan regulator untuk diperbolehkan berkerja di kantor telah menjalankan aturan physical distancing secara ketat. Mereka sudah menjaga jarak aman satu sama lain dan selalu menggunakan masker selama berada di lingkungan kantor,” tutur Andy.

Baca Juga: Gandeng Home Credit untuk meluncurkan proteksi pada gadget, ini alasan Allianz

Ia bilang perusahaan juga telah melakukan pembersihan atau disinfektan secara rutin dan menyediakan fasilitas kebersihan seperti sabun cuci tangan dan hand sanitizer di area kantor. Dengan demikian, ia menyebut hal ini sejalan dengan arahan dan kebijakan pemerintah.

Asal tahu saja, Home Credit mencatatkan peningkatan jumlah pelanggan menjadi 4,5 juta pada 2019. Adapun nilai pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 12,6 triliun atau tumbuh 32,4% dibandingkan dengan 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi