KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menggeledah kantor penyelenggara pemilu di Fulton County, Georgia, Rabu (28/1/2026), dalam penyelidikan terkait klaim kecurangan pemilu Presiden AS Donald Trump pada Pilpres 2020. Klaim tersebut selama ini telah dinyatakan tidak terbukti. Penggeledahan dilakukan di Fulton County Election Hub and Operation Center di Union City, fasilitas besar yang mulai beroperasi pada 2023. FBI menyebut langkah tersebut sebagai “aktivitas penegakan hukum yang disahkan pengadilan”.
Pemerintah Fulton County mengatakan surat perintah penggeledahan ditujukan untuk mencari sejumlah dokumen terkait pemilu 2020.
Baca Juga: Ancaman Demokrasi AS: Gelombang Protes Terbesar Sepanjang Sejarah Menanti Seorang pejabat penegak hukum yang mengetahui proses tersebut menyebut FBI berupaya menyita komputer dan surat suara yang diduga berada di lokasi. Pilpres 2020 di Georgia dimenangi Joe Biden dari Partai Demokrat, yang mengalahkan Trump dari Partai Republik. Meski kalah saat itu, Trump kembali menjabat sebagai presiden setelah memenangkan Pilpres 2024. Komisioner Fulton County Mo Ivory mengonfirmasi adanya penggeledahan dan mengatakan aparat federal mengambil sekitar 700 boks surat suara dari lokasi penyimpanan aman. Dalam video yang diunggah ke media sosial, Ivory menuding Trump berupaya menciptakan kekacauan demi keuntungan politik Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu November mendatang. Ivory menyebut langkah pemerintah federal sebagai “serangan terhadap pemilih” dan menyatakan pihaknya tengah mempertimbangkan langkah hukum untuk menghentikan tindakan tersebut.
Baca Juga: Badai Musim Dingin Lumpuhkan Perjalanan di AS, Ribuan Penerbangan Dibatalkan “Jika presiden ingin mengerahkan aparat, maka itu bisa terjadi, terlepas dari benar atau salahnya alasan yang digunakan,” ujarnya. Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard disebut-sebut akan mengunjungi lokasi penggeledahan. Kehadirannya dinilai tidak lazim karena jarang pejabat intelijen terlibat langsung dalam proses penegakan hukum domestik. Sebelumnya, Gabbard dilaporkan membentuk kelompok lintas lembaga federal yang mendukung agenda Trump terhadap pihak-pihak yang dianggapnya merugikan secara politik. Penggeledahan ini dilakukan sepekan setelah Trump kembali mengulang klaim bahwa Pemilu 2020 telah “dicurangi”, saat berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. “Orang-orang akan segera dituntut atas apa yang mereka lakukan,” kata Trump kala itu. Secara terpisah, pemerintahan Trump bulan lalu mengajukan gugatan untuk memperoleh surat suara Pemilu 2020 Fulton County. Pemerintah meminta pengadilan federal memerintahkan panitera pengadilan setempat menyerahkan surat suara fisik, termasuk amplop dan bukti pemungutan suara via pos.
Baca Juga: Pesanan Barang Modal Inti AS Lampaui Ekspektasi pada November 2025 Namun, panitera pengadilan menyatakan surat suara tersebut berada di bawah segel hukum negara bagian dan hanya dapat dibuka melalui perintah pengadilan negara bagian Georgia. Fulton County, yang mencakup Kota Atlanta, dikenal sebagai basis pemilih Demokrat dan memberi kemenangan telak bagi Biden pada Pemilu 2020. Sebelumnya, Trump juga sempat menekan pejabat pemilu Georgia untuk menemukan suara agar membalikkan hasil pemilu. Berbagai audit dan penghitungan ulang manual memastikan Biden menang tipis di negara bagian tersebut. Di bawah kepemimpinan Trump, Departemen Kehakiman AS juga menggugat sejumlah negara bagian lain untuk meminta data pemilih.
Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Dibekukan Badai Musim Dingin, Suhu Anjlok hingga Minus 50°F Gugatan itu menuai penolakan karena dianggap melanggar kewenangan negara bagian dalam mengelola pemilu, dan beberapa di antaranya telah ditolak pengadilan. Sejumlah tokoh yang mengkritik atau menentang kebijakan Trump juga dilaporkan menjadi sasaran penyelidikan Departemen Kehakiman dalam setahun terakhir.