KONTAN.CO.ID - Sebuah kapal tanker minyak raksasa asal China dilaporkan berhasil keluar dari Selat Hormuz setelah sempat tertahan lebih dari dua bulan akibat konflik AS-Iran. Kapal tersebut kini berlayar menuju pelabuhan Zhoushan di China timur. Mengutip
Reuters, kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) bernama Yuan Hua Hu yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah asal Irak terpantau melintasi Selat Hormuz pada Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Emas Dunia Naik Tipis ke US$ 4.699 Kamis (14/5) Pagi, Menanti Pertemuan Trump-Xi Data pelacakan kapal dari LSEG dan Kpler menunjukkan, kapal tersebut diperkirakan tiba di Zhoushan pada 1 Juni 2026. Kapal tanker itu sebelumnya sempat berlabuh di dekat Teluk Oman, kawasan yang menjadi titik pengawasan ketat Angkatan Laut AS setelah Washington memperketat blokade terhadap kapal-kapal Iran. Perjalanan Yuan Hua Hu menjadi perhatian pasar karena berlangsung di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah serta berlangsungnya pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Pelintasan ini juga menjadi pengiriman ketiga yang diketahui dilakukan kapal tanker China melalui Selat Hormuz sejak perang AS-Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari 2026.
Baca Juga: Inflasi AS Memanas, Dolar Perkasa Jelang Pertemuan Trump-Xi pada Kamis (14/5) Iran disebut semakin memperkuat pengaruhnya atas jalur pelayaran strategis tersebut. Sejumlah sumber menyebut Teheran telah menjalin kesepakatan dengan Irak dan Pakistan untuk pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dari kawasan Teluk. Bahkan, beberapa negara lain dikabarkan mulai menjajaki skema serupa, yang dinilai dapat memperkuat posisi Iran dalam mengendalikan salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia. Kapal Yuan Hua Hu dimiliki dan dioperasikan oleh unit Hainan milik COSCO Shipping Energy Transportation serta disewa oleh Unipec, unit perdagangan perusahaan minyak milik negara China, Sinopec. Berdasarkan data pelacakan kapal, Yuan Hua Hu memuat hampir 2 juta barel minyak Basrah Medium di terminal Basrah, Irak, pada awal Maret lalu dan sejak itu tertahan di kawasan Teluk sebelum akhirnya berhasil keluar menuju Asia.
Baca Juga: Pertemuan Trump-Xi Dimulai, Isu Dagang hingga Perang Iran Jadi Sorotan Sebelumnya, dua kapal tanker berbendera China lainnya, yakni Cospearl Lake dan He Rong Hai, juga tercatat keluar dari Selat Hormuz pada 11 April 2026. Selain kapal tanker minyak, sebuah kapal pengangkut kendaraan bernama Xiang Jiang Kou juga dilaporkan melintasi Selat Hormuz dalam 12 jam terakhir. Kapal tersebut bahkan menyiarkan pesan “Chinese vessel and crew” melalui sistem transponder AIS publiknya.