KONTAN.CO.ID - Kapal tanker minyak mulai menghindari jalur Selat Hormuz menjelang rencana blokade oleh Amerika Serikat pada Senin (13/4/2026), menyusul gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran akhir pekan lalu. Hal ini terungkap dari data pelayaran dilansir
Reuters. Presiden AS Donald Trump pada Minggu (12/4) menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz.
Baca Juga: Trump Blokade Selat Hormuz, Jalur Utama Ekspor Minyak Iran Terancam Terputus Langkah ini meningkatkan tensi konflik setelah negosiasi panjang dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, sekaligus mengancam keberlangsungan gencatan senjata dua pekan yang rapuh. United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan AS akan mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang keluar-masuk pelabuhan Iran mulai pukul 10.00 waktu setempat (14.00 GMT) pada Senin. Blokade tersebut akan diberlakukan secara menyeluruh terhadap kapal dari semua negara yang menuju atau meninggalkan pelabuhan serta wilayah pesisir Iran, termasuk pelabuhan di Teluk Persia dan Teluk Oman. Meski demikian, pasukan AS menegaskan tidak akan mengganggu kebebasan navigasi kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran.
Baca Juga: Paus Leo Mulai Tur Afrika 10 Hari, Soroti Kebutuhan Benua Informasi tambahan akan disampaikan kepada pelaku pelayaran komersial melalui pemberitahuan resmi sebelum blokade diberlakukan. Di sisi lain, Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak secara tegas. Data LSEG dan Kpler menunjukkan bahwa dua kapal tanker berbendera Pakistan, Shalamar dan Khairpur, memasuki kawasan Teluk pada Minggu. Kapal jenis Aframax Shalamar dijadwalkan menuju Uni Emirat Arab untuk memuat minyak mentah Das, sementara kapal Panamax Khairpur menuju Kuwait untuk mengangkut produk olahan. Selain itu, kapal tanker raksasa berbendera Liberia, Mombasa B, yang sebelumnya melintasi selat pada Minggu, kini berada dalam kondisi ballast di kawasan Teluk.
Baca Juga: Dolar AS Menguat di Tengah Gagalnya Negosiasi, Blokade Pelabuhan Iran Mulai Berlaku Sementara itu, kapal tanker sangat besar berbendera Malta, Agios Fanourios I, yang sempat mencoba melintasi selat untuk memuat minyak mentah Basra dari Irak menuju Vietnam, dilaporkan berbalik arah dan kini berlabuh di dekat Teluk Oman. Terlepas dari kebuntuan negosiasi, data pelayaran menunjukkan bahwa tiga supertanker bermuatan penuh sempat melintasi Selat Hormuz pada Sabtu. Kapal-kapal tersebut menjadi yang pertama keluar dari kawasan Teluk sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan pekan lalu.