KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek saham emiten energi baru terbarukan (EBT) berpotensi ditopang oleh ekspansi kapasitas pembangkit, pendanaan hijau, serta percepatan regulasi. Namun, realisasi proyek dan risiko masing-masing emiten tetap menjadi faktor penentu kinerja saham sektor ini. Asal tahu saja, amunisi dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 merencanakan penambahan kapasitas EBT baru sekitar 42,6 GW dan penyimpanan energi sebesar 10,3 GW. Penambahan tersebut terutama berasal dari energi surya sebesar 17,1 GW, tenaga air 11,7 GW, energi angin 7,2 GW, dan panas bumi 5,1 GW. Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, mengatakan wacana RUPTL di atas dapat pertumbuhan sektor EBT dalam jangka menengah.
Kapasitas EBT Bakal Bertambah, Analis Jagokan Saham TOBA dan PGEO
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek saham emiten energi baru terbarukan (EBT) berpotensi ditopang oleh ekspansi kapasitas pembangkit, pendanaan hijau, serta percepatan regulasi. Namun, realisasi proyek dan risiko masing-masing emiten tetap menjadi faktor penentu kinerja saham sektor ini. Asal tahu saja, amunisi dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 merencanakan penambahan kapasitas EBT baru sekitar 42,6 GW dan penyimpanan energi sebesar 10,3 GW. Penambahan tersebut terutama berasal dari energi surya sebesar 17,1 GW, tenaga air 11,7 GW, energi angin 7,2 GW, dan panas bumi 5,1 GW. Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, mengatakan wacana RUPTL di atas dapat pertumbuhan sektor EBT dalam jangka menengah.