KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan debit air akibat fenomena El Nino yang berdampak terhadap produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menunjukkan tantangan pembangkit energi terbarukan yang bergantung pada kondisi hidrologi. Ketua Pusat Studi Energi Terbarukan Indonesia atau Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Surya Darma mengatakan, El Nino menjadi salah satu ujian bagi keandalan PLTA, khususnya pembangkit yang mengandalkan sistem run-of-river maupun waduk dengan kapasitas tampung terbatas. Menurut dia, kondisi tersebut membuat produksi PLTA lebih rentan terhadap perubahan debit air. Di sisi lain, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) memiliki karakteristik yang lebih stabil karena sumber energinya berasal dari reservoir panas bumi di bawah permukaan.
Kapasitas PLTA Turun Imbas El Nino, Pengamat Sorot Keunggulan PLTP
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan debit air akibat fenomena El Nino yang berdampak terhadap produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menunjukkan tantangan pembangkit energi terbarukan yang bergantung pada kondisi hidrologi. Ketua Pusat Studi Energi Terbarukan Indonesia atau Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Surya Darma mengatakan, El Nino menjadi salah satu ujian bagi keandalan PLTA, khususnya pembangkit yang mengandalkan sistem run-of-river maupun waduk dengan kapasitas tampung terbatas. Menurut dia, kondisi tersebut membuat produksi PLTA lebih rentan terhadap perubahan debit air. Di sisi lain, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) memiliki karakteristik yang lebih stabil karena sumber energinya berasal dari reservoir panas bumi di bawah permukaan.