Kapasitas PLTU Lati bertambah, Berau Coal tingkatkan pasokan batubara gratis



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Berau Coal Energy akan meningkatkan pasokan batu bara gratis ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati seiring rencana penambahan kapasitas sebesar 7 megawatt (MW). PLTU Lati merupakan pembangkit listrik mulut tambang yang berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur,  berkapasitas 3x7 MW.

Arif Hadianto, Public Relation Manager Berau Coal, mengatakan setiap tahun Berau Coal memasok batu bara low rank untuk PLTU Lati sebesar 100 ribu ton. "Suplai batu bara lowrank ke PLTU Lati akan meningkat menjadi 132 ribu ton seiring penambahan kapasitas PLTU," kata Arif dalam siaran pers, Rabu (29/5).

Pasokan batu bara gratis ke PLTU Lati merupakan salah satu program CSR Berau Coal bertajuk penyediaan energi untuk masyarakat. Meski mendapat batu bara gratis, perusahaan pengelola PLTU harus membayar royalti sebesar 13,5% ke pemerintah.


Lokasi PLTU Lati 10 kilometer dari tambang Berau Coal. "Listriknya untuk memenuhi kebutuhan tambang dan masyarakat sekitar," kata Arif.

PLTU Lati dioperasikan PT Indo Pusaka Berau. Energi listrik yang diproduksi oleh PLTU Lati, disalurkan kepada PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Timur, Cabang Berau, dan PT Berau Coal salah satu perusahaan pertambangan yang ada di Kabupaten Berau.

Indo Pusaka Berau merupakan perusahaan joint venture yang didirikan oleh konsorsium Indo Pusaka Berau pada 23 Desember 2002 yang terdiri dari tiga anggota konsorsium yaitu PT Indonesia Power (47%) dengan keahlian dan pengalaman membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik, Pemerintah Kabupaten Berau (49%) yang bertanggung jawab terhadap perizinan, lokasi lahan dan penyediaan batubara dan PT Pusaka Jaya Baru (4%), yang merupakan perwakilan Shandong Machinery I & E Group Co.

Sejak 12 Januari 2005 pengusahaan PLTU resmi dilaksanakan oleh Indo Pusaka Berau sebagai langkah untuk merintis dan memulai kemandirian bisnis sektor pembangkit tenaga listrik di Indonesia, dengan membangun PLTU berbahan bakar batu bara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini