KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia membatalkan rencana untuk meningkatkan campuran biodiesel wajib menjadi 50% tahun ini. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, pemerintah mempertahankan campuran biodiesl saat ini yaitu sebesar 40% bahan bakar berbasis minyak sawit dan 60% diesel. Kementerian ESDM sebelumnya berencana meluncurkan implementasi campuran 50-50 antara bahan bakar berbasis minyak sawit dan diesel pada paruh kedua tahun ini sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar diesel. "Keputusan untuk mempertahankan B40 tahun ini diambil karena pemerintah meninjau jangka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan uji coba bahan bakar B50, khususnya untuk kereta api, alat berat, dan mesin," kata Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, Rabu (14/1/2026), seperti dilansir Reuters.
Kapasitas Produksi Diesel Naik, Implementasi Campuran Biodiesel B50 Ditunda
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia membatalkan rencana untuk meningkatkan campuran biodiesel wajib menjadi 50% tahun ini. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, pemerintah mempertahankan campuran biodiesl saat ini yaitu sebesar 40% bahan bakar berbasis minyak sawit dan 60% diesel. Kementerian ESDM sebelumnya berencana meluncurkan implementasi campuran 50-50 antara bahan bakar berbasis minyak sawit dan diesel pada paruh kedua tahun ini sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar diesel. "Keputusan untuk mempertahankan B40 tahun ini diambil karena pemerintah meninjau jangka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan uji coba bahan bakar B50, khususnya untuk kereta api, alat berat, dan mesin," kata Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, Rabu (14/1/2026), seperti dilansir Reuters.
TAG: